
Mantan. Saya tahu kamu pernah sempat menjadi wanita saya dengan wajah yang cantik dan standar kualitas tinggi yang setara dengan apa yang saya preferensikan. Saya juga tahu kalau kamu sakit jiwa dan kamu tenggelam kedalam kesakit jiwaan itu sendiri, yang mana hal tersebut membuat kamu menipu dirimu sendiri dengan memberikan anggapan bahwa semua lelaki tidak memiliki kualitas sama sekali, well, kata siapa?
Hingga
waktu itu saya datang kedalam hidupmu, saya bukanlah sebuah permainan untuk
kamu... melainkan saya ingin jatuh cinta kepadamu, tanpa harus mengukur waktu
yang pernah saya punya, mengenai berapa lama saya akan menjalin hubungan
denganmu. Jadi saya tidak sakit jiwa, seperti yang kamu alami, kamu begitu
sakit jiwa saat menganggap bahwa jatuh cinta itu seperti menghitung lamanya
waktu pacaran dan berniat meninggalkan pacarmu begitu saja? Jadi kalau begitu
pacaran itu seperti bom waktu yang ditunggu, meledak dan menyakitkan, begitu
ya?
Oh, honey...
itu pilihan yang kurang dewasa sekali ya.
Nah...itulah
sakit jiwa yang berangkat dari ke ketraumaan-mu tentang kekecewaan-mu pada seorang pria
brengsek di masa lalu. Sejak dulu kita berhubungan hingga sekarang, saya tahu kamu terlalu
mencintai saya dan itu mengesalkan buat kamu, karena saya tahu bagaimana
caranya mengasuh
wanita yang memiliki hubungan dengan saya. Saya memang telah membuatmu menjadi galau, saya juga tahu bahwa keadaan ini menyentakmu
ketika kamu sadar bahwa
sekarang saya sudah tidak lagi menjadi pacarmu. Karena maaf, kamu kurang prospektif, cukup banyak poin yang saya tidak suka dari kamu,
terutama kebiasaanmu dalam berbohong itu.
Sebenarnya kalau dipikir pikir, yang bener bener licik dan jahat diantara kita berdua itu ternyata kamu, tetapi saya bisa mengantisipasinya dengan baik, saya tahu kalau kamu setidaknya menginginkan untuk membuat drama drama yang menghebohkan terjadi didalam hubungan kita berdua. Namun saya dapat membalikkan keadaan dengan bertahap, artinya, saya dapat membuat kamu jatuh cinta kepada saya, dan saya menangkap bahwa… kamu masih saja, bersandiwara tentang jatuh cinta kepada saya, hingga saya tahu, tentang kebohongan kamu yang satu itu.
Tentu saja saya tahu, karena ketulusan seorang lelaki dapat
mengalahkan kebohongan manapun yang pernah wanita perbuat untuk dirinya. Terutama jika lelaki
tersebut, berkualitas.
Sakit
hati yang kamu alami itu
sebetulnya bukan karena saya menyatakan pisah denganmu disaat kita akhirnya putus karena saya memilih seperti demikian.
Tapi
sakit hati yang kamu alami itu betul betul terasa karena kenangan indah yang pernah saya ciptakan saat kita berpacaran dulu. Kenangan itu rupanya tanpa kamu sadari, tetap
terpasang di hatimu karena yah setidaknya, kamu tahu dong mana lelaki yang
memiliki niatan baik untuk berhubungan dengan
tulus dan mana yang tidak.
Jadi, saya pikir kamu tidak perlu mencari lelaki lain untuk kamu jadikan korban pelarianmu itu. Dan tolonglah, jangan membuat ini menjadi klise dan mulai terasa pasaran, saya sarankan kamu untuk berubah, tentu saja ada alasan dibalik mengapa saya memutuskan untuk meninggalkan kamu, tentu saja itu terjadi karena saya tidak bisa jatuh cinta dengan orang yang tidak tulus dalam mencintai saya. Tentu dong… cinta adalah simbiosis mutualisme, jika tidak, ngapain jatuh cinta? Bayangkan saja, cinta bertepuk sebelah tangan, apa asiknya, sih?
Jadi, saya pikir kamu tidak perlu mencari lelaki lain untuk kamu jadikan korban pelarianmu itu. Dan tolonglah, jangan membuat ini menjadi klise dan mulai terasa pasaran, saya sarankan kamu untuk berubah, tentu saja ada alasan dibalik mengapa saya memutuskan untuk meninggalkan kamu, tentu saja itu terjadi karena saya tidak bisa jatuh cinta dengan orang yang tidak tulus dalam mencintai saya. Tentu dong… cinta adalah simbiosis mutualisme, jika tidak, ngapain jatuh cinta? Bayangkan saja, cinta bertepuk sebelah tangan, apa asiknya, sih?
Buat
saya, wanita boleh menyebalkan, hidungnya boleh pesek, ukuran bra-nya boleh
kecil, sifatnya boleh kekanak kanakan, pesona nya boleh turun, gairahnya boleh
kosong, tulalitnya boleh minta
ampun, ngambeknya boleh over ngambek, dan siklus masa pms nya pun boleh berkelanjutan.
Tergantung wanitanya sendiri, dan apapun tentang dirinya boleh hancur dan
berantakan, tapi katakan satu hal kepada saya, jangan pernah dengan hatinya,
jangan pernah terima hati wanita yang palsu, jangan, terima hati wanita yang...
tulus, asli, original, begitu... karena jika wanita memiliki kualitas itu,
niscaya kita sebagai lelaki akan menemukan
kebahagiaan, meski sederhana, kita tahu kebahagiaan itu murni. Karena wanita
yang kita gaet juga memang murni, tidak palsu palsuan, kw atau semacamnya. Hahahaha, saya tau saya memang seolah
olah terkesan jahat juga licik karena meninggalkan kamu, tapi saya rasa saya
punya alasan yang tepat atas keputusan saya saat meninggalkan kamu. Hal ini saya lakukan agar
kamu secepatnya sadar. Kita memang berbeda, iya, jangan kamu kira masa pacaran kita
itu tidak membuat efek untuk hati dan pikiranmu, bahkan saat ingin beranjak move on,
kamu jadi merasa kok move on jadi
susah, well, mengapa?
Karena
saya mematahkan persepsi kamu bahwa memainkan lelaki itu adalah kepuasan
dari rasa dendam kamu. Saya
tahu persis, saya memang mendominasi
kamu, tetapi apakah saya menggunakan privilese atau
wewenang saya itu untuk hal hal yang tidak berguna? Tentu tidak, saya
menggunakan wewenang tersebut untuk hal yang memang benar benar penting. Waktu kita berpacaran, saya ingat. Saya
lebih banyak terdiam dan memilih untuk tidak mau berurusan dengan kamu sama
sekali, saya menghadapimu
dengan sabar, dan selang waktu saat kita tidak memiliki kontak selama satu bulan lebih. Disaat saya bertemu kamu pun, kamu masih
bad mood dan mengatakan hal yang tidak enak kepada saya
"Kamu pergi aja deh dari hadapan saya, rasanya ga penting ngeliat wajah kamu lagi."
Tapi saya malah tetap tenang dan membawakan hadiah untuk kamu. Setelah itu, saya pikir saya bisa pergi.
Setelah itu, kamu tahu apa yang kamu lakukan,
kamu malah meminta
maaf, saat itu kamu memohon mohon kepada saya, dan
mengatakan bahwa kamu lah yang salah sepenuhnya atas kejadian waktu itu. Betul, kamu memang egois, kamu adalah kesalahan dan drama yang
menguji saya. Dan
ketika saya tanya kenapa kamu mau kembali kepada saya, kamu menjawabnya dengan suara
lirih yang manja. "Kangen... Cinta..." Dan sesingkat itulah kamu
meyakinkan saya untuk kembali tersenyum kepadamu.
Disana, tanpa kamu sadari, kamu menjadi butuh
akan sosok saya. Kamu menjadi cinta dan mencari akan sosok saya. Memang, saat
itulah kamu tidak sadar bahwa sandiwaramu terhadap lelaki akhirnya luntur
begitu saja, tanpa kamu sadari. Dan
hey mantan, kamu tau nggak sih, kalo kamu baru saja saya buat ketagihan terhadap sesuatu, yaitu saya. Bagus sekali bukan... tapi tetap, saya masih berjaga jaga diri terhadap
kamu.
Jangan
suka berhayal ala remaja lahhhh tentang kemahiran kamu dalam hal menipu nipu lelaki, karena tahukah
kamu? Wanita sebelum
kamu yang saya pacari, dia itu adalah putri dari orang orang sombong (Pengusaha
berlian, dan saya rasa ini malah saya yang jadi sombong, tapi maaf, ini agar sedikit sarkastik lol).
Jadi, saya melakukan pendekatan dengan anaknya yang mempesona karena saya jatuh hati kepada dirinya. Dan
tuhan nampaknya memang sedang adil
atas perasaan hati ini. Yaaah karena sombong, waktu itu anaknya bersikap jual
mahal sekali,
bahkan saya harus bonyok dan berkelahi dan becek becekan pada lumpur
dengan hanya untuk menarik perhatian dia.
Waktu itu sebenarnya kami sudah kenal cukup lama,
tetapi untuk meluluhkan dia, saya memang butuh trik asmara dengan suhu yang
tepat untuk melelehkannya. Dan, akhirnya
dia memutuskan untuk melihat saya. Pas sekali, dia datang menuju kearah
saya saat trik trik asmara saya yang menyenangkan itu sedang berlangsung dilaksanakan. Maka disana, saya secara tegas langsung menyatakan cinta kepadanya, saat itu, hujan turun semakin deras.
Dan nampaknya, keadaan memang sedang sangat dramatis.
Dengan
kata kata ini, saya melangsungkan aksi saya :
"Nis, kamu lihat saya lebam begini kan? Mau
kamu pegang lebam saya?"
Terus
dia pegang wajah saya yang lebam itu, eh ternyata, air mata
jatuh dari pipinya, saya kurang paham kenapa dia nangis pada saat itu. Namun saya
tahu sih, wanita memang paling
gak tegaan kalo mereka melihat
lelaki seperti saya sedang
pada keadaan seperti ini. Saya tahu ada sesuatu yang
menyentuh hati mereka, agak sulit memang menjelaskannya, tapi kalau kamu pernah
lihat kenapa wanita waktu kecilnya senang main boneka bonekaan, itu bisa
menjelaskan salah satunya. Justru pada saat itu, saya yang nangis karena takut
lihat boneka yang dimainkan oleh mereka disusupi oleh arwah mahluk sekitar.
"Kamu tau kenapa saya bisa lebam begini,
kamu liat kan diujung sana ada sugeng lagi tepar? Dia berantem sama saya cuma
karena saya dianggap sebagai saingan untuk ngedapetin kamu."
"Nis, nissa dengarkan saya, saya sayang sama kamu, di hujan
ini saya mau denger kamu bilang kamu cinta sama saya untuk satu kebaikan."
Sambil
megangin lebam saya dan
menangis
nangis, ditambah lagi karena air mata yang membasahi pipi pun sudah
mengucur deras kemana mana, akhirnya
nissa mengatakan tanpa sengaja kalau dia cinta sama saya. Berarti disana,
gengsi nya apa? Gengsi nya LUNTUR….
"Naufal..."
"Iya niss?" – Dibawah hujan yang deras pada
waktu itu, dan dengan
ekspressi lugu saya memang menahan sakit pada lebam di wajah
saya, namun, mata saya tetap tertuju
pada wanita cantik ini...
"Hiks, hiks, nissa cinta sama kamu... tapi nissa malu ngungkapinnya."
HIDUP DON JUAN KITA, NAUFAL RANGKUTI!!
Dan buat
mantan yang saya maksud dalam kisah ini, saat kamu membacanya pun... Sudah dapat dipastikan kamu dapat merasakan emosinya tentang masa lalu indah kita berdua, yah, sebelas dua belas lah dengan nissa. Kini, kalaupun misal kamu masih menyimpan suatu rahasia untuk kembali
menyakiti para lelaki, baik itu lelaki lain
ataupun saya.. Ada baiknya kamu tidak perlu menyindir nyindir saya, lebih baik
kamu melupakan saya,
satu lagi, jangan muncul lagi
didepan mata saya, atau di kehidupan saya..
Jangan
sedih, jadi, mulai sekarang, kamu lupakan saja saya sepenuhnya, kamu lupakan saya
secara total dalam hal apapun, tapi kalo dari mantan ke
ke teman tapi mesra itu
gampanglah, itu urusan belakangan, yang penting kan saya sudah menerangkan hal
hal membingungkan tentang
kita berdua. Saya mengerti, pasti sekarang kamu masih bertanya tanya tentang alasan saat saya mengatakan putus kepadamu..
Sedang saya sendiri enggan menjelaskannya padamu, yah, hampir sama seperti sandiwara dan drama buruk yang senang kamu lakukan dulu kepada saya.
Justru karena
topengmu, topengku juga. - naufalrangkuti6
@Lucy In The Sky
@Lucy In The Sky
bagus ceritanya ... jadi sadar neh gan ..
ReplyDelete