Skip to main content

Mantan, sakit jiwa & sandiwaranya









Mantan. Saya tahu kamu pernah sempat menjadi wanita saya dengan wajah yang cantik dan standar kualitas tinggi yang setara dengan apa yang saya preferensikan. Saya juga tahu kalau kamu sakit jiwa dan kamu tenggelam kedalam kesakit jiwaan itu sendiri, yang mana hal tersebut membuat kamu menipu dirimu sendiri dengan memberikan anggapan bahwa semua lelaki tidak memiliki kualitas sama sekali, well, kata siapa?


Hingga waktu itu saya datang kedalam hidupmu, saya bukanlah sebuah permainan untuk kamu... melainkan saya ingin jatuh cinta kepadamu, tanpa harus mengukur waktu yang pernah saya punya, mengenai berapa lama saya akan menjalin hubungan denganmu. Jadi saya tidak sakit jiwa, seperti yang kamu alami, kamu begitu sakit jiwa saat menganggap bahwa jatuh cinta itu seperti menghitung lamanya waktu pacaran dan berniat meninggalkan pacarmu begitu saja? Jadi kalau begitu pacaran itu seperti bom waktu yang ditunggu, meledak dan menyakitkan, begitu ya?


Oh, honey... itu pilihan yang kurang dewasa sekali ya.


Nah...itulah sakit jiwa yang berangkat dari ke ketraumaan-mu tentang kekecewaan-mu pada seorang pria brengsek di masa lalu. Sejak dulu kita berhubungan hingga sekarang, saya tahu kamu terlalu mencintai saya dan itu mengesalkan buat kamu, karena saya tahu bagaimana caranya mengasuh wanita yang memiliki hubungan dengan saya. Saya memang telah membuatmu menjadi galau, saya juga tahu bahwa keadaan ini menyentakmu ketika kamu sadar bahwa sekarang saya sudah tidak lagi menjadi pacarmu. Karena maaf, kamu kurang prospektif, cukup banyak poin yang saya tidak suka dari kamu, terutama kebiasaanmu dalam berbohong itu.

Sebenarnya kalau dipikir pikir, yang bener bener licik dan jahat diantara kita
berdua itu ternyata kamu, tetapi saya bisa mengantisipasinya dengan baik, saya tahu kalau kamu setidaknya menginginkan untuk membuat drama drama yang menghebohkan terjadi didalam hubungan kita berdua. Namun saya dapat membalikkan keadaan dengan bertahap, artinya, saya dapat membuat kamu jatuh cinta kepada saya, dan saya menangkap bahwa… kamu masih saja, bersandiwara tentang jatuh cinta kepada saya, hingga saya tahu, tentang kebohongan kamu yang satu itu.


Tentu saja saya tahu, karena ketulusan seorang lelaki dapat mengalahkan kebohongan manapun yang pernah wanita perbuat untuk dirinya. Terutama jika lelaki tersebut, berkualitas.


Sakit hati yang kamu alami itu sebetulnya bukan karena saya menyatakan pisah denganmu disaat kita akhirnya putus karena saya memilih seperti demikian. Tapi sakit hati yang kamu alami itu betul betul terasa karena kenangan indah yang pernah saya ciptakan saat kita berpacaran dulu. Kenangan itu rupanya tanpa kamu sadari, tetap terpasang di hatimu karena yah setidaknya, kamu tahu dong mana lelaki yang memiliki niatan baik untuk berhubungan dengan tulus dan mana yang tidak.


Jadi, saya pikir kamu tidak perlu mencari lelaki lain untuk kamu jadikan korban pelarianmu itu. Dan tolonglah, jangan membuat ini menjadi klise dan mulai terasa pasaran, saya sarankan kamu untuk berubah, tentu saja ada alasan dibalik mengapa saya memutuskan untuk meninggalkan kamu, tentu saja itu terjadi karena saya tidak bisa jatuh cinta dengan orang yang tidak tulus dalam mencintai saya. Tentu dong… cinta adalah simbiosis mutualisme, jika tidak, ngapain jatuh cinta? Bayangkan saja, cinta bertepuk sebelah tangan, apa asiknya, sih?


Buat saya, wanita boleh menyebalkan, hidungnya boleh pesek, ukuran bra-nya boleh kecil, sifatnya boleh kekanak kanakan, pesona nya boleh turun, gairahnya boleh kosong, tulalitnya boleh minta ampun, ngambeknya boleh over ngambek, dan siklus masa pms nya pun boleh berkelanjutan. Tergantung wanitanya sendiri, dan apapun tentang dirinya boleh hancur dan berantakan, tapi katakan satu hal kepada saya, jangan pernah dengan hatinya, jangan pernah terima hati wanita yang palsu, jangan, terima hati wanita yang... tulus, asli, original, begitu... karena jika wanita memiliki kualitas itu,


niscaya kita sebagai lelaki akan menemukan kebahagiaan, meski sederhana, kita tahu kebahagiaan itu murni. Karena wanita yang kita gaet juga memang murni, tidak palsu palsuan, kw atau semacamnya. Hahahaha, saya tau saya memang seolah olah terkesan jahat juga licik karena meninggalkan kamu, tapi saya rasa saya punya alasan yang tepat atas keputusan saya saat meninggalkan kamu. Hal ini saya lakukan agar kamu secepatnya sadar. Kita memang berbeda, iya, jangan kamu kira masa pacaran kita itu tidak membuat efek untuk hati dan pikiranmu, bahkan saat ingin beranjak move on, kamu jadi merasa kok move on  jadi susah, well, mengapa?


Karena saya mematahkan persepsi kamu bahwa memainkan lelaki itu adalah kepuasan dari rasa dendam kamu. Saya tahu persis, saya memang mendominasi kamu, tetapi apakah saya menggunakan privilese atau wewenang saya itu untuk hal hal yang tidak berguna? Tentu tidak, saya menggunakan wewenang tersebut untuk hal yang memang benar benar penting. Waktu kita berpacaran, saya ingat. Saya lebih banyak terdiam dan memilih untuk tidak mau berurusan dengan kamu sama sekali, saya menghadapimu dengan sabar, dan selang waktu saat kita tidak memiliki kontak selama satu bulan lebih. Disaat saya bertemu kamu pun, kamu masih bad mood dan mengatakan hal yang tidak enak kepada saya


"Kamu pergi aja deh dari hadapan saya, rasanya ga penting ngeliat wajah kamu lagi."


Tapi saya malah tetap tenang dan membawakan hadiah untuk kamu. Setelah itu, saya pikir saya bisa pergi.

Setelah itu, kamu tahu apa yang kamu lakukan, kamu malah meminta maaf, saat itu kamu memohon mohon kepada saya, dan mengatakan bahwa kamu lah yang salah sepenuhnya atas kejadian waktu itu. Betul, kamu memang egois, kamu adalah kesalahan dan drama yang menguji saya. Dan ketika saya tanya kenapa kamu mau kembali kepada saya, kamu menjawabnya dengan suara lirih yang manja. "Kangen... Cinta..." Dan sesingkat itulah kamu meyakinkan saya untuk kembali tersenyum kepadamu.


Disana, tanpa kamu sadari, kamu menjadi butuh akan sosok saya. Kamu menjadi cinta dan mencari akan sosok saya. Memang, saat itulah kamu tidak sadar bahwa sandiwaramu terhadap lelaki akhirnya luntur begitu saja, tanpa kamu sadari. Dan hey mantan, kamu tau nggak sih, kalo kamu baru saja saya buat ketagihan terhadap sesuatu, yaitu saya. Bagus sekali bukan... tapi tetap, saya masih berjaga jaga diri terhadap kamu.


Jangan suka berhayal ala remaja lahhhh tentang kemahiran kamu dalam hal menipu nipu lelaki, karena tahukah kamu? Wanita sebelum kamu yang saya pacari, dia itu adalah putri dari orang orang sombong (Pengusaha berlian, dan saya rasa ini malah saya yang jadi sombong, tapi maaf, ini agar sedikit sarkastik lol). Jadi, saya melakukan pendekatan dengan anaknya yang mempesona karena saya jatuh hati kepada dirinya. Dan tuhan nampaknya memang sedang adil atas perasaan hati ini. Yaaah karena sombong, waktu itu anaknya bersikap jual mahal sekali, bahkan saya harus bonyok dan berkelahi dan becek becekan pada lumpur dengan hanya untuk menarik perhatian dia.


Waktu itu sebenarnya kami sudah kenal cukup lama, tetapi untuk meluluhkan dia, saya memang butuh trik asmara dengan suhu yang tepat untuk melelehkannya. Dan, akhirnya dia memutuskan untuk melihat saya. Pas sekali, dia datang menuju kearah saya saat trik trik asmara saya yang menyenangkan itu sedang berlangsung dilaksanakan. Maka disana, saya secara tegas langsung menyatakan cinta kepadanya, saat itu, hujan turun semakin deras. Dan nampaknya, keadaan memang sedang sangat dramatis.


Dengan kata kata ini, saya melangsungkan aksi saya :


"Nis, kamu lihat saya lebam begini kan? Mau kamu pegang lebam saya?"


Terus dia pegang wajah saya yang lebam itu, eh ternyata, air mata jatuh dari pipinya, saya kurang paham kenapa dia nangis pada saat itu. Namun saya tahu sih, wanita memang paling gak tegaan kalo mereka melihat lelaki seperti saya sedang pada keadaan seperti ini. Saya tahu ada sesuatu yang menyentuh hati mereka, agak sulit memang menjelaskannya, tapi kalau kamu pernah lihat kenapa wanita waktu kecilnya senang main boneka bonekaan, itu bisa menjelaskan salah satunya. Justru pada saat itu, saya yang nangis karena takut lihat boneka yang dimainkan oleh mereka disusupi oleh arwah mahluk sekitar.


"Kamu tau kenapa saya bisa lebam begini, kamu liat kan diujung sana ada sugeng lagi tepar? Dia berantem sama saya cuma karena saya dianggap sebagai saingan untuk ngedapetin kamu."


"Nis, nissa dengarkan saya, saya sayang sama kamu, di hujan ini saya mau denger kamu bilang kamu cinta sama saya untuk satu kebaikan."


Sambil megangin lebam saya dan menangis nangis, ditambah lagi karena air mata yang membasahi pipi pun sudah mengucur deras kemana mana, akhirnya nissa mengatakan tanpa sengaja kalau dia cinta sama saya. Berarti disana, gengsi nya apa? Gengsi nya LUNTUR….


"Naufal..."
"Iya niss?"Dibawah hujan yang deras pada waktu itu, dan dengan ekspressi lugu saya memang menahan sakit pada lebam di wajah saya, namun, mata saya tetap tertuju pada wanita cantik ini...


"Hiks,
hiks, nissa cinta sama kamu... tapi nissa malu ngungkapinnya."


HIDUP DON JUAN KITA, NAUFAL RANGKUTI!!


Dan buat mantan yang saya maksud dalam kisah ini, saat kamu membacanya pun... Sudah dapat dipastikan kamu dapat merasakan emosinya tentang masa lalu indah kita berdua, yah, sebelas dua belas lah dengan nissa. Kini, kalaupun misal kamu masih menyimpan suatu rahasia untuk kembali menyakiti para lelaki, baik itu lelaki lain ataupun saya.. Ada baiknya kamu tidak perlu menyindir nyindir saya, lebih baik kamu melupakan saya, satu lagi, jangan muncul lagi didepan mata saya, atau di kehidupan saya.


Jangan sedih, jadi, mulai sekarang, kamu lupakan saja saya sepenuhnya, kamu lupakan saya secara total dalam hal apapun, tapi kalo dari mantan ke ke teman tapi mesra itu gampanglah, itu urusan belakangan, yang penting kan saya sudah menerangkan hal hal membingungkan tentang kita berdua. Saya mengerti, pasti sekarang kamu masih bertanya tanya tentang alasan saat saya mengatakan putus kepadamu.. Sedang saya sendiri enggan menjelaskannya padamu, yah, hampir sama seperti sandiwara dan drama buruk yang senang kamu lakukan dulu kepada saya.





Justru karena topengmu, topengku juga. - naufalrangkuti6
@Lucy In The Sky

Comments

  1. bagus ceritanya ... jadi sadar neh gan ..

    ReplyDelete

Post a Comment

Please don't hesitate to give a comment.

Popular posts from this blog

Believe me, I've been going through this life.

Yes, I've been going through this life. Being a counsel isn't easy. Being as an infj, on the beginning, felt too hard for me. Believe me, I try. But often life must go on. Something like love, relationship, my personal growing history has become an enormous thing to have in me. I've cited some quotations of life. The best of it, the number one from Mr. Benjamin Franklin. Theodore Roosevelt, Mr. Jacques De Molay and many historical figures. Believe me, I've been going through this life. I have my first crying moment, my first perspective on myself. I have my first contemplating session only with myself. Well sometimes normally, I miss being around with my old pal in the children psychology class. The occupation teacher and tutors. Especially rucita. Yet so far, I've been going through my teenage times too. I get a crush on a girl. I remember sitting on a veranda with glo, my first girlfriend. Making her laugh, tickle her, entertain a lot. And what I got is, I t...

Personal Flexibility: A series of life events.

The Bureau. I would spend my money for making this services available to me after all the year gone by. So why? I'm sure there must be some reason. Well, I'd fully recommend me the psychologist structured way to overcomes my personal problem. On the beginning, let's make it clear about me whom tend to not pretending that I didn't have a problem, at all. Instead, I have one small problem, and that's the reason. People gonna say that's useless to come to a psychologist, waste of money, bla bla bla. For me, that Psychologist psy degree proves better compared with the people opinions. The occupational therapist helped me to figure out my problem, the thing that I didn't know, they're the expert of various human experience. Now, let me tell you a story. When I was 7 years old, I have a problem in observing too many living aspect in a detailed way, the school, families, friends, and even myself. Yeah, I was overwhelmed by my habit of analyzing too muc...

Daftar Putar Musik