Skip to main content

Posts

The Art Of Patience for High Standard Profile

Mendengar kalimat tersebut, sontak saya langsung menoleh, entah kenapa, dan entah mengapa, seperti ada sesuatu yang menggiring saya untuk tertarik mendekatinya, menelusurinya, dan mempelajarinya. Tentu saja, kalimat singkat tersebutlah yang ingin saya pelajari dan diskusikan kali ini. Setelah mencari tahu, saya mulai mendapatkan pencerahan mengenai apa maksud, makna dan wawasan dari kalimat ini. Sebetulnya apa sih, yang membuat kalimat itu sedemikian antik, sehingga dapat mengundang saya untuk mengetahuinya lebih jauh lagi. Saya tahu, memang pada awalnya saya hanya mendapatkan sedikit saja pencerahan dari kalimat ini. Saya hanya percaya dan terus berusaha mendapatkan kandungan yang berada didalamnya, semakin saya bertanya tanya, semakin banyaklah wawasan yang saya dapatkan, saya beranggapan, tentu saja dalam sebuah kalimat tidak mungkin dong, tidak mengandung esensi sama sakali, misalkan esensi dalam bentuk ilmu pengetahuan. Pada akhirnya, saya mulai berhasil meng...

My best friend

By: Naufal Rangkuti Diora Palmer is one of my best friends. She currently lives in Bandung; she works as a dermatologist in a skin care clinic. She is relatively in normal height with a slim body, just like a model. She has long brown hair, blue eyes and lightly tanned skin. She was my classmate in modeling and etiquette school. She is an elegant person, she is graceful in every movement, poised, well-balanced. She doesn’t tend to move quickly but each movement is carefully thought out. She dress impeccably and her jewelry, shoes and accessories always match the outfit.  Her voices are moderated, not loud nor whispers, and no screechy tones. She is perfectly polite and knows the right thing to say and do in any situation that involve manners. I don't think she would be much good on a farm or camping, but in polite company at dinners and parties and such, she rules. I meet her in the modeling school; we were in the same story telling and speaking technique class w...

The Ultimate Race Competition through Fortune (Intelligence, Ingenuity & their Trickery)

Some race love to kill, some race love to preserve the peace that has been declared within this universe. Some race loves being wealthy, some race thinks that they have to conquer the world no matter how their motives is, and some race is certainly a part of this universe. But the world had not fully improved from the old world where primitives way is the only way of life, killing each other becomes the way to win and stay alive. Same thing happens in the modern days, and for good sake I'll tell you that you don't have to be surprised if you hear any of news like this in the third world country, or anywhere else in this universe.

Menghargai Tanpa Pandang Bulu

Bisa dilihat dari judul, bahwa tampaknya akan terasa berat untuk membahas hal yang satu ini, tapi mengapa saya tidak mencobanya, mengapa tidak mencoba untuk membahasnya? Karena siapa yang tahu apa yang akan terjadi, bukan? Saya tahu bahasan ini nampaknya dapat menaikkan alis. Namun, saya akan take it easy, saya akan menganggap hal - hal seperti ini se ramah dan senikmat mungkin, karena dengan menganggapnya seperti itu, niscaya saya akan akan merasa nyaman dalam menikmatinya. Pertama, apabila ada kesalahan maksud dan pernyataan, karena sebetulnya, hal itu sangat bersifat relatif dan persepsional bagi setiap orang, jadi, no offense. Menghargai tanpa pandang bulu, tentu pernah dengar kan istilah seperti ini? Entah itu dari manapun, bisa dari lingkungan bersosial, dari percakapan yang terjadi di keluarga saat sesi makan malam dilaksanakan, entah itu dari cipika cipiki saat anda bertemu dengan teman teman wanita anda, atau justru, malah berasal dari pemikiran anda se...

The reason why i love Bandung: It town hall

Yesterday, I attended to my sister's graduation. It was a fabulous event, I meet some people there, the friends of my sister, the teacher, the parent, we had a lot of fun and fresh talk while I following the vibe of the event. Well, seeing my sister being graduated was absolutely a great achievement, she got it, I'm happy for her.  After going to my sister's graduation, I take my time, to go home. But when I cross the Wastu Kencana street, I change my plan. I am now, going to visit the Bandung town hall for the first time. See, I ride my bike to the parking lot and.. Something amazing, happened. Whew, I said. It astonishes me, I love this town hall sphere, the park is inside it, and it's quite peaceful here, I can relax, walk through the park while glaring many things that has been decorated by the Bandung town mayor, his order is real, it was innovative and quenching the Bandung residents. For one last year, Bandung is changing, Bandung is more beautiful than befo...

Kalau Bisa Hidup Sederhana Kenapa Harus Mewah? - Ini Penting

Bagi sebagian orang kualitas hidup erat kaitannya dengan gaya hidup yang dijalani. Mereka yang yang mampu tapi memilih menjalani gaya hidup sederhana sering dicap aneh, mengekang diri bahkan pelit. Collins English Dictionary memberi definisi gaya hidup (life style) sebagai berikut: “A set of attitudes, habits or possessions associated with a particular person or group” – Sekumpulan sikap, kebiasaan atau kepemilikan yang terkait dengan seseorang atau kelompok tertentu. Dari definisi diatas bisa kita lihat bahwa gaya hidup seseorang tidak harus ada kaitannya dengan status sosial ekonomi seseorang. Orang bisa saja kaya raya tapi kalau memang pada dasarnya bersahaja, gaya hidupnya akan merefleksikan hal tersebut, contoh: Warren Buffett. Sayangnya pembicaraan  gaya hidup cenderung identik dengan pakaian, tempat nongkrong, hiburan, shopping dan kehidupan glamour. Kalau tidak pecaya, lihat saja kolom gaya hidup dalam berbagai majalah. Seakan-akan hanya gaya hidup ala ...

Actually, life is short.

Nikmatilah senja hari, menangislah akan keindahan nya, duduklah di tengah malam, menangislah karena sunyi adalah sahabatmu dalam duka. Menangislah dalam sebuah kontemplasi. Kawanku, mungkin renungan kita ini sebuah alakadarnya. Tetapi hidup memang ada yang berduri, biarkan kita belajar dan terus belajar. Karena ketika sudah mati, pelajaran kita sudah selesai. Tidak ada lagi keren kerenan seperti preman, pamer pameran harta, dan bergelut dengan urusan dunia. Belajar lah untuk berkata ikhlas dan tulus. "Oh iya, tidak apa apa.." "Terima kasih, mohon maaf jika saya melakukan kesalahan" 15 maret 2015, pukul 20.00 wib. Cecco cafe, bandung. Written By : Naufal rangkuti