Skip to main content

The Journo of November - Naufal Rangkuti



Examination.


Few weeks ago, I come to a senior high school far from Bandung, guess what? It is for my university exam, it was my first semester examination. Well in the beginning, I'm a little bit worried, I got nervous but certainly I'm quickly adaptable to the situation I had. The examination venue took a long way for me to get there. While I'm on my way, I see many cars and motorcycle, so crowded, so mind blowing and so fulfilled with unstoppable traffic jams. If I don't have a huge tolerance levels, I must be dead for debating the stupidity of this so Indonesian circumstances.

First day of examination, not so bad, but one thing suck is... Mozlem edu religion, whatever, that exam session is so sick sucker for me. Too many questions about Koran, disgusting. I've met a new friend, she was nice and easy going, she seems so. The next thing I've had in that place, I could handle it, you know, English literature? Well if you don't prepare yourself first, the last hope you're going to wish is.... Death.

Ha-ha, no, I'm joking. Let's hope for a good thing, shall we? And next to the second day, the second day was more enormous for me because this is the last day, in the morning, I wake up. Play some high quality music from Michael buble, and doing something nice, eating my breakfast, then go. And now, my examination schedule had been accomplished, I feel rock. I feel free, if you've ever heard about that Princess Syahrini's word. It's totally fun. Now u could say, the experience I had was amazing. I love every little thing I had in my day, well, nothing compare, for sure.


Sepulang dari ujian gw seneng banget, karena hujan sih memang, tapi gw pada akhirnya mendapat sesuatu yang melegakan juga, karena sudah menyelesaikan kewajiban gw yang satu ini, yah, menempuh pendidikan, yang memang, kata orang banyak masih sangat diperlukan untuk meraih taraf kehidupan yang lebih baik lagi. Well, asumsikan gw percaya dengan opini general itu. Baliknya gw ngebut, masuk ke kbp, minum jahe di bale pare, duduk duduk bentar sambil diliatin cewek cewek yang lalu lalang, gw juga heran, atas dasar apa sih orang orang kayaknya demen banget ngeliatin gw, khususnya cewek, serius, gw agak heran, tapi gw bisa maklum.

Saat hujan agak reda, gw lanjut maen ke cellini, wew, sanggah gw, yang satu ini emang top banget dah. Ada kepikiran sih buat bisa purchase a good stuff like this, di cellini khususnya. Tapi ya gw perlu invest lebih banyak lagi, ya gw sih sadar realita aja sob, bokap nyokap gw dulu kaga bisa ngelola duit mereka secara bijak, ya otomatis gw kena imbasnya juga. Yang kalau dipikir pikir lagi, gw memilih untuk mengadopsi gaya manajemen finansial orang cina kedalam keuangan gw.

Lu pasti tahu itu, orang cina untuk soal uang sikapnya bagaimana. Lebih baik miskin di awal (dalam tafsiran irit), kemudian kaya di akhir, daripada kaya di awal, lalu miskin di akhir. Ya gw juga mikirlah, kalau dulu gw kerja di pt tambang batubara bukit asam, ya bakal gw simpen duitnya sampe minimal montok beberapa puluh miliar, and next gw bangun kos kos an, ruko, aset aset yang memberikan pendapatan pasif, juga ladang usaha lainnya, dan nggak pake gonta ganti mobil juga ya. Yang gw inget sih, cuma about how rotschild anchestors works for their genealogy, their financial way, education, and their empire. Nothing bullshit, kalau udah soal mereka.



"For me, life isn't about death or living, life is about building an empire, and enduring your survivability in this hell freaking world, well after death, there is no heaven or hell, there is only death. No miracle greater than your own mankind's power."

Naufal Rangkuti.


__________


Meet the Ex of mine.

November udah masuk musim hujan di dunia ketiga ini. Waktunya hang out, actually. Gw cabut sebentar ke ciwalk buat cari angin segar dari segala kebobrokan yang gw denger di berita nasional, konti banget emang, kebijakan presidensial nya banyak yang konti konti, cem kimak aja. Ya rupiah turun lah, ya naik lah, ya paket ekonomi yang mirip paket ini itulah, haduh, pusing awak digadonya, mual ngeliatnya. So waktu di starbucks, gw ga sengaja ketemu tita, kita ngobrol ngobrol gw senggol senggol dikit, katanya dia masih (lagi) single.

What the, cantik harum putih gitu nggak punya pacar. Tapi kalau disana gw senggol lebih jauh lagi ke hatinya, nanti malesnya si tita ini malah sayang lagi ke gw, ah enggaklah, dulu juga gw putusin dia karena overprotektif, terlalu sayang, gw udah mirip bonekanya si doski. It's simple, dia mengekang gw, sedangkan gw orangnya selalu freewill kemana mana, nothing drives me unless my own self. Di sbux, kita ngobrolin soal what's happening recently in our life, something like that.

Kemudian dia pesen kopi dingin yang ada float float anehnya, gw pesen kopi angetnya aja dengan kadar kafein yang dikurangi lagi. So far, tita lumayan banyak berubah sejak kami pernah pacaran di kelas 3 smp dulu, sekarang tita jadi gimana gitu, b posture dan boobies nya jadi makin ngembang. itu, mungkin doi ikut kelas yoga atau semacamnya, eh tapi tadi dia memang mention kan soal kelas olahraganya itu, anjir, anak orang berlebih emang, segala dikasih ama mamah papah, lah gw, cari sendokir.

Tadinya sih gw pengen ke wendy's, tapi mana ada, adapun wendy's ya di transmart cimahi sono, dan itupun belum buka kayaknya, sesekali tita ngasih tau gw kalo kakanya yang gay itu kangen sama gw, entah dasar apa, katanya kalau gw macem macem sama adeknya gw bakal dipeluk ama kakaknya yang gay itu, suram cok. Diluar masih hujan dan mulai gelap, tapi gw masih mau chillin dulu di sbux sekalian nge dota dulu hahahahaha. Setelah itu doi pamit pulang, sebelum pulang gw bilang: "Ta, love you. No, i dont love you, lol. Piss off and text me soon."

__________


A wish for christmas.


Yah.. Mungkin. Mungkin gw bisa dapetin seenggaknya shure 535 atau fiio x5 second generation di christmas akhir tahun ini. Karena gw inget dulu gw pernah punya allesandro ms-1 sama ordnance ampli seri 22 nya, yang suara buat jazz nya mantappppppp banget setelah di burn in selama 6 bulan lebih. Dan kuping gw gak pernah lepas dari alat alat sialan itu, nikmatnya parah banget, especially saat gw mendengarkan musik bill evans, john coltrane dan chet baker, atau joe sample. For god sake, it was a good day I've had in my past.

Tapi sayanggnya, alat itu dijual lagi ama bokap gw, atau siapapun itulah yang menjualnya tanpa seizin gw, ya gw agak kecewa, tapi ya mungkin karena gw belinya itu bukan pake duit gw, ya jadi orang seenak jidatnya aja mau ngambil audio gigs gw itu, cem kimak aja memang itu, kalau kata orang sundanya sih, pencet beurem, apa, itu kali ya? Obviously, I dissapointed at this point. Mungkin akan jauh berbeda kalau belinya pake duit hasil jerih payah gw sendiri. Just like my uncle said "You're nobody, until somebody love youuuu." Nyahaha kenapa jadi nyanyi gitu, jadi intinya.

Seperti ongkel gw dulu, dia Mr.Nobody, dia kadang di insult lah sama orang lain, bahkan sama bokapnya sendiri dia di insult, di remehkan dan kadang kadang malah di jauhi, padahal, dia nggak punya salah apa apa, tapi dia tetep bersikeras buat memperbaiki nasibnya yang terlahir dari keluarga miskin 7 turunan itu, dia bangkit dan menjadi seorang bankir yang cukup bergengsi, lalu sekarang dia mendapatkan jabatan penting di salah satu perusahaan negara ketiga ini, yang membuatnya terlihat menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Gw inget, dulu dia melengkapi segala macam keperluan nya dengan membeli benda benda bekas, dia mengatakan kepada gw kalau sekarang posisi gw itu mirip dengan dia yang dulu, so far, dia ketawa tawa ngeliat sosok gw yang merefleksikan dirinya di masa lalu, kemudian berkata "Tenang, gentleman kayak lo itu gak perlu nyocot sembarangan, lo hanya perlu bersabar lebih lama dan berusaha lebih baik lagi, lo bakal sukses, gw udah tahu itu dari rekap dan data keuangan personal lo yang lo kasih ke gw."

Iya, ongkel. Gw bakal lebih baik dari hari ini. Yah... lagi lagi siapa lah gw? Gw bukan siapa siapa, anak orang penting juga bukan, keturunan ningrat juga ya jatuhnya ningrat yang bangkrut, coba deh sekarang lo tanya, ningrat ningrat sunda itu udah gak begitu harum lagi namanya seperti dulu waktu jaman tumenggung masih menjabat sebagai kepala daerah di kota ini. Jadi ya gw jalan aja tanpa harus mengharapkan orang lain memusatkan perhatian mereka kepada gw, life is simple, because why? It is because you are the one who live your own life, it isn't everbody else.

Ya gw pengen sih.. belanja lagi di nautica kayak dulu, atau beli red wing boots yang mantap itu, atau nge mountain riding dan segala macamnya. Tapi gw kembali ingat, bahwa sebaiknya hidup itu disederhanakan saja. Jangan dirumitkan, karena takutnya nanti, sakit jiwa.


Itu sih, wish gw, gw cuma perlu usaha lebih baik lagi kedepannya.






Salam Hormat,



Naufal Jahbulon Rangkuti

Comments

Popular posts from this blog

Believe me, I've been going through this life.

Yes, I've been going through this life. Being a counsel isn't easy. Being as an infj, on the beginning, felt too hard for me. Believe me, I try. But often life must go on. Something like love, relationship, my personal growing history has become an enormous thing to have in me. I've cited some quotations of life. The best of it, the number one from Mr. Benjamin Franklin. Theodore Roosevelt, Mr. Jacques De Molay and many historical figures. Believe me, I've been going through this life. I have my first crying moment, my first perspective on myself. I have my first contemplating session only with myself. Well sometimes normally, I miss being around with my old pal in the children psychology class. The occupation teacher and tutors. Especially rucita. Yet so far, I've been going through my teenage times too. I get a crush on a girl. I remember sitting on a veranda with glo, my first girlfriend. Making her laugh, tickle her, entertain a lot. And what I got is, I t...

Personal Flexibility: A series of life events.

The Bureau. I would spend my money for making this services available to me after all the year gone by. So why? I'm sure there must be some reason. Well, I'd fully recommend me the psychologist structured way to overcomes my personal problem. On the beginning, let's make it clear about me whom tend to not pretending that I didn't have a problem, at all. Instead, I have one small problem, and that's the reason. People gonna say that's useless to come to a psychologist, waste of money, bla bla bla. For me, that Psychologist psy degree proves better compared with the people opinions. The occupational therapist helped me to figure out my problem, the thing that I didn't know, they're the expert of various human experience. Now, let me tell you a story. When I was 7 years old, I have a problem in observing too many living aspect in a detailed way, the school, families, friends, and even myself. Yeah, I was overwhelmed by my habit of analyzing too muc...

Daftar Putar Musik