Ambivert, mungkin anda masih asing dengan istilah itu, namun jika anda sudah mengetahui karakteristik dari introvert dan ekstrovert, anda akan dengan mudah dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan ambivert.
Anda masih belum bisa mengetahui apa yang saya maksud? Baiklah, akan saya beritahu, ambivert merupakan gabungan antara introvert dan ekstrovert.
Gabungan dari keduanya? Sifatnya itu seperti apa? Kan Introvert dan ekstrovert itu juga sudah sangat berbeda.
Jadi begini, memang sifat para ambivert merupakan di tengah-tengah antara introvert dan ekstrovert. Mereka suka untuk berintraksi dengan lingkungan yang ada di sekitarnya, namun juga bisa menarik diri dari lingkungannya, semua itu tinggal mengikuti bagaimana mood mereka pada saat itu.
Mereka tetap bisa untuk bercanda ria dengan orang-orang yang dianggapnya cocok, namun jika lingkungan sekitarnya tidak cocok dengannya, maka dia hanya bisa terdiam dan hanya menjadi penonton saja. Sekali lagi, karena mereka mengikuti mood mereka.
Karena mengikuti mood dan sudah pasti mood-nya juga sering berubah-ubah, maka tipe yang satu ini juga agak susah dikendalikan, karena mereka menjadi orang yang sensitif. Ketika mood mereka sedang ingin berada di bagian introvert, maka dia akan memilih tempat yang tenang dan menikmati kesunyian untuk mendapatkan energi, namun jika mood mereka ada pada bagian ekstrovert, maka dia akan mencari tempat-tempat ramai untuk mendapatkan energi yang dibutuhkannya.
Jika bisa dibuat sebuah perumpamaan, mereka yang introvert dan ekstrovert itu bagaikan hewan yang hanya bisa hidup di satu alam, seperti ikan yang hidup di air dan harimau yang hidup di daratan, sementara ambivert itu merupakan hewan amfibi, yang dimana mereka bisa hidup di dua alam, di air dan di daratan. Saya sendiri juga mempunyai seorang teman yang ambivert, yang dimana dia sendiri sulit sekali untuk ditebak, dan jujur saja ini terkadang juga membuat kami sebagai teman-temannya merasa bingung, karena dia terkadang bisa mudah sekali akrab dengan orang-orang yang ada di sekitarnya, namun terkadang dia tidak cukup kuat untuk menjadi pusat perhatian, misalnya sewaktu mempresentasikan sesuatu di depan kelas.
Dia sendiri terkadang bisa menjadi seperti saya yang introvert, yaitu suka menyendiri, jikapun bersama teman, dia hanya memilih untuk bersama dengan orang-orang yang dia anggap cocok dengan dia, terkadang dia juga sulit untuk diajak pergi ke suatu tempat dan seakan harus dipaksa untuk ikut, tapi jika dia diajak untuk pergi ke perpustakaan ketika dia dalam mode introvert-nya, dia akan sangat senang, sama seperti saya. Terkadang dia juga bisa menjadi seperti teman-teman saya yang ekstrovert, jadi hobby untuk pergi kemana-mana, yang penting adalah ke tempat-tempat keramaian, akrab sama semua orang. Sangat membingunkan bagaimana sifatnya, terkadang tertutup dan misterius, terkadang menjadi terbuka.
Comments
Post a Comment
Please don't hesitate to give a comment.