Skip to main content

Learn to be concerned; An opinion

In Indonesian families. There's something unique. This is about Indonesian families. It is the fate of the family itself. It's describe the previous habit of their ancestor. We can call it kaya 7 turunan, or miskin 7 turunan. Pada awalnya, yang sering disebut sebut sebagai si miskin adalah karena dia yang boros dan berpenghasilan sedikit atau pas pasan, sedang yang disebut sebut sebagai si kaya adalah dia yang hemat dan pelit namun berpenghasilan tinggi dan berlebih.


Jika kamu sadari, apa itu artinya learn to be concerned? Itu adalah, belajar untuk prihatin, yes, betul sekali, banyak orang di jaman sekarang, yang boros dan berpenghasilan pas pasan sering mengatakan hal seperti demikian. Ada beberapa faktor yang menyebabkan mereka berkata kata seperti ini, untuk meminimalisasi rasa perih dari penyesalan karena sudah boros, mereka berkata demikian. Entah itu orang tua kepada anaknya, atau kakak kepada adiknya, atau seseorang kepada orang lain.


Sejak kecil, saya sudah diberikan kalimat kalimat demikian, seperti belajar untuk prihatin ya, nak, belajar untuk maklum, ya, nak. Ketika berurusan dengan selera personal saya ketika ingin membeli barang. Awalnya, saya tidak paham apa itu belajar untuk prihatin, karena mungkin orang tua saya wealthy dan aman aman saja, semua barang atau mainan yang saya inginkan bisa dibelikan hanya dalam beberapa hari saja, setelah saya mengucapkan keinginan saya kepada mereka.


Namun, jaman akhirnya berubah. Kini, permintaan saya tidak lagi dikabulkan secepat dulu, nah, mulai sejak itulah saya mendengar kalimat "Belajar untuk prihatin ya, nak" Jadi, apa maksudnya kalimat pernyataan itu? saya mulai merenunginya setiap hari sambil menyadari bahwa ketika saya berkeinginan, kini sudah tak secepat dulu dikabulkannya. Hari demi hari saya lewati, suatu ketika, saya akhirnya paham apa maksud kalimat itu, ketika saya mulai beranjak dewasa.



Tentu saja, arti dan makna dari kalimat itu adalah, belajar untuk hemat, belajar untuk menahan nafsu ingin membeli apa saja, dan belajar untuk pilih yang murah meriah saja, ya, nak. Uangnya bisa dihemat untuk membangun rumah atau kos - kosan, uangnya bisa dihemat untuk menabung dan berinvestasi secara jangka panjang di pasar modal, dan uangnya bisa dipakai untuk membuka polis asuransi kesehatan atau pendidikan yang dulu mamah dan papah lupakan untukmu, nak.


Akhirnya! hal ini sangat masuk akal sekarang, dan saling bersangkutan dengan kalimat pernyataan belajar untuk maklum ya, nak. Tentu saja, hal ini hanya terjadi untuk si pas pas an yang 7 turunan pun akan tetap pas pas an dalam finansialnya apabila mereka tidak mengubah gaya mengatur keuangan mereka sedikitpun. Berbeda dengan si kaya 7 turunan, mereka mungkin mengajarkan hal yang sama, yaitu kalimat pernyataan "Belajar untuk prihatin, ya, nak" hanya saja...


Perbedaannya terletak pada waktu mengatakannya, si miskin mengatakannya setelah mereka menyesal karena terlalu bernafsu dalam mengikuti gaya hidup dan tren semata. Sedangkan si kaya mengatakannya sebelum mereka dan anak cucu mereka akan terjebak dalam ilusi gaya hidup dan tren semata saja, so, demikianlah.



Salam hormat,



Naufal Rangkuti

Comments

Popular posts from this blog

Believe me, I've been going through this life.

Yes, I've been going through this life. Being a counsel isn't easy. Being as an infj, on the beginning, felt too hard for me. Believe me, I try. But often life must go on. Something like love, relationship, my personal growing history has become an enormous thing to have in me. I've cited some quotations of life. The best of it, the number one from Mr. Benjamin Franklin. Theodore Roosevelt, Mr. Jacques De Molay and many historical figures. Believe me, I've been going through this life. I have my first crying moment, my first perspective on myself. I have my first contemplating session only with myself. Well sometimes normally, I miss being around with my old pal in the children psychology class. The occupation teacher and tutors. Especially rucita. Yet so far, I've been going through my teenage times too. I get a crush on a girl. I remember sitting on a veranda with glo, my first girlfriend. Making her laugh, tickle her, entertain a lot. And what I got is, I t...

Personal Flexibility: A series of life events.

The Bureau. I would spend my money for making this services available to me after all the year gone by. So why? I'm sure there must be some reason. Well, I'd fully recommend me the psychologist structured way to overcomes my personal problem. On the beginning, let's make it clear about me whom tend to not pretending that I didn't have a problem, at all. Instead, I have one small problem, and that's the reason. People gonna say that's useless to come to a psychologist, waste of money, bla bla bla. For me, that Psychologist psy degree proves better compared with the people opinions. The occupational therapist helped me to figure out my problem, the thing that I didn't know, they're the expert of various human experience. Now, let me tell you a story. When I was 7 years old, I have a problem in observing too many living aspect in a detailed way, the school, families, friends, and even myself. Yeah, I was overwhelmed by my habit of analyzing too muc...

Daftar Putar Musik