Do you know in Indonesian family, including my family. There's a moment at every end of the month, where our family money is running low. And I wonder every time why is this thing always happen at every end of the month. So I take an initiation based on myself and going to analyze this financial problem that occurs in my family, what makes it like that, who makes it like that. I was searching for something like the cause and effect on this case.
After some research, I found the first causes of this problem is the payment of the stuff they bought in a credit arrangement. Dengan tingkat bunga yang tinggi, mereka tetap membayar benda benda yang mereka beli secara kredit, entah itu rumah, Mobil, motor, ponsel ataupun benda lainnya. Satu hal yang jelas didapatkan dari motif membeli secara kredit adalah, tidak sabaran. Tidak berpikir panjang terlebih dahulu.
Bayangkan, harga mobil yang tadinya hanya 100 juta, bisa menjadi 150 juta dikarenakan oleh bunga kreditnya, anggaplah sekitar segitu. Waduh, enak banget ya jadi perusahaan leasing atau pemberi dana kredit, bermodalkan uang banyak, pinjamkan uang, catat, hitung, duduk dan menunggu sang peminjam membayar uang pinjaman beserta bunga beban yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak.
Kini, setelah saya banyak belajar, meminjam secara kredit itu hanya akan amat sangat berguna apabila uang pinjamannya digunakan untuk berbisnis, alias uangnya diputar untuk menghasilkan uang lagi. So, apabila ingin membeli barang secara kredit, lebih baik dipikir pikir lagi, apalagi jika harga barangnya hanya berkisar 0 sampai dengan 500 juta rupiah, lebih baik menabung lebih lama, berinvestasi lebih lama, lalu membeli barang yang kita inginkan itu bisa saja akhirnya dari profit atau deviden, atau bahkan dari hasil untung saat kita berhasil melakukan bisnis. Dan bukan malah dari uang yang bersumber sebagai modal utama kita.
The second cause in Indonesian family.
Pernah dengar istilah malam minggu? Bagi saya hal seperti ini sangat menyenangkan, weekend memang pantas dirayakan, karena kita tahu kita sangat sibuk bekerja mulai dari hari senin hingga hari jumat, makanya kita lelah, makanya kita butuh hiburan di hari sabtu nya. Namun yang saya heran adalah, folksway dalam merayakan malam minggu ini, dengan menghabiskan uang di mall atau tempat tempat publik di perkotaan. Ada yang nonton bioskop dengan yang harga harga tiketnya menyamai seperdua kebutuhan bulanan kita lah, ada yang karaokean dengan harga lima ratus ribu lah, ada pula yang masih gila shopping di pertengahan bulan atau sebelum memasuki tanggal tanggal tua pada setiap bulannya.
Sungguh gila, apakah mereka orang orang kaya? Belum tentu, karena pada akhirnya, ketika memasuki akhir bulan, nasib beberapa dari kita semua hanya akan sama; hanya makan indomie dan menunggu tanggal gajian, yaitu tanggal satu setiap awal bulan, yang pada umumnya, tiba menghampiri, sambil gigit jari dan menghitung hari. Well now, we should getting smarter for our personal financial management.
Comments
Post a Comment
Please don't hesitate to give a comment.