Indigo Naufal Contemplation
Menjadi indigo yang memberikan happiness! – Oleh : Naufal Rangkuti
Bandung, 16 November 2012.
Bandung, 16 November 2012.

Entah pada malam yang keberapa di dunia ini saya melihat lelaki itu kembali tampil bebas, berteriak dan tersenyum lebar penuh dengan hal yang menyenangkan, tapi sebaik apapun usahanya, dia tetap menahan diri untuk tidak terlihat gila di hadapan banyak orang. Saya pikir, saya telah mengamatinya, sebuah ceritera yang menyinggung tentang kisah cintanya sekarang tepat berada di tangan saya, dan ketika saya mendelik untuk melihat, sebuah keajaiban memang sedang terjadi.
Sebuah hal sederhana, sebuah cerita cinta tentang seorang anak muda, yang sedang jatuh mencinta, baginya cinta, adalah sebuah hal penting yang memang tidak masuk kedalam prioritas utamanya, namun begitu melampaui apa yang ia prioritaskan. Cinta memang terkadang tidak menjadi suatu urgensi bagi banyak orang, namun belum tentu dengan beberapa orang yang tidak beranggapan sama, pada akhirnya, mungkin cinta adalah apa yang perlu mereka selalu ingin untuk berada didekat mereka.
Baik bagi saya, bagimu, atau orang orang yang berada di sekitar kita, rasanya jika cinta tidak menjadian perhatian kita, akan menjadi sebuah hal yang sangat darurat, seolah kita tidak bisa membohongi suara hati, kita tidak bisa membagi nafas, karena sebuah hal kecil yang bernama cinta. Maka sebetulnya cinta adalah sebuah pembenaran akan keadaan diri seseorang manusia, didalamnya terkandung kenikmatan kenikmatan rohani, jasmani dan segala macam hal yang tidak dapat dideskripsikan.
Bahkan jika itu oleh seseorang yang memiliki kecerdasan linguistik dan mahir dalam menggunakannya.
Cinta adalah suara hati kecil kita sebagai manusia, karena begitu nyaman kita merasakannya, hal ini disebut dengan nama, cinta. Nama yang lembut. Seperti ketika ada seorang lelaki yang mengaitkan pembicaraannya tentang cinta dan harapan untuk bahagia mengenai kemampuan indigo saya, maka saya tertegun, memasang kuda kuda, dan bersiap menjadi seorang indigo yang mampir untuk menyapa cinta yang sering sekali menjadi suatu mis konsepsi ketika berinteraksi didalamnya. Kabar baiknya, cinta memang perlu dan sangat bisa untuk dipelajari, tetapi jangan mengharapkan hasil yang masuk akal jika ingin mencinta.
Karena cinta adalah suatu....
Mungkin jika saya meremehkan kekuatan cinta, saya tidak akan berusaha untuk membantu klien lelaki saya yang datang kepada saya kali ini, tapi semuanya nampak begitu sederhana jika saya tetap membuatnya seperti itu, karena.. kesederhanaan didalam menjalani kehidupan itu adalah sebuah kenikmatan.
Karena kehidupan tidak mengenal siapa dirimu, seberapa besar dirimu, seberapa pintar dirimu, atau seberapa bodohnya engkau, karena kehidupan adalah sebuah ruang untuk kita manusia yang berada didalamnya untuk saling jatuh cinta, menyinggung saya adalah seseorang yang dimintai pertolongan dalam persoalan kali ini, saya akan selalu tersenyum dalam menanggapinya.
Ketika pertama kali saya membuka topik dan suatu pembicaraan, saya menanyakan kepada klien ini, apa yang
ingin dikonsultasikan kepada saya, meski saya sudah tahu apa yang ingin diutarakannya dengan sekilas mind reading.
"Bung Naufal, bantuin saya mendapatkan cinta cewek
yang satu ini dong..."
(Dengan wajah sendu, klien saya ini.)
Tidak klise, dan absurd sekali. Well, love is all you need.
