Keluarga
Naufal yang memiliki nama belakang marganya, rangkuti, adalah putra sulung berdarah batak dan sunda dari kedua orang tuanya. Ia merupakan anak pertama dari keluarganya. Lelaki berdarah batak dan sunda ini belajar melalui sang ayah dan ibunda bahwa hidup adalah tentang memulai perjalanan dalam menimba ilmu, serta mengolah kembali apa yang diterima oleh kehidupan kedalam diri individu melalui pemikiran yang kritis dan sekuensial.
Masa Kecil
Sejak kecil, sang ibu selalu mengajaknya untuk datang menghadiri kelas pada sekolah non formal tambahan yang menerapkan metode pendekatan psikologis yang dinilai lebih baik, agar ia memiliki kecerdasan yang fleksibel. Hal ini membantunya membangun kepercayaan serta keyakinan yang bernilai terhadap diri sendiri. Dengan demikian, ia dapat dengan mudah memahami ritme kehidupan, seperti yang diajarkan oleh piskolog pribadinya.
Naufal di masa kecilnya sangat aktif dan dinamis, ia memiliki rasa keingintahuan (kuriositas) yang tinggi terhadap berbagai aspek dan berbagai bidang dalam ilmu pengetahuan. Karena hal itulah sang ibunda mengajaknya bergabung dengan lembaga psikologi yang bonafit. Setelah melalui banyak analisa psikologi untuk mengetahui potensi kepribadiannya, naufal kecil dinyatakan mempunyai kapasitas mental yang inkredibel karenanya ia memiliki kemampuan intuitif serta anti-spiritualitas yang tinggi.. Hal ini didasarkan pada hasil uji gelombang otak di bagian kanan.
Naufal di masa kecilnya sangat aktif dan dinamis, ia memiliki rasa keingintahuan (kuriositas) yang tinggi terhadap berbagai aspek dan berbagai bidang dalam ilmu pengetahuan. Karena hal itulah sang ibunda mengajaknya bergabung dengan lembaga psikologi yang bonafit. Setelah melalui banyak analisa psikologi untuk mengetahui potensi kepribadiannya, naufal kecil dinyatakan mempunyai kapasitas mental yang inkredibel karenanya ia memiliki kemampuan intuitif serta anti-spiritualitas yang tinggi.. Hal ini didasarkan pada hasil uji gelombang otak di bagian kanan.
Naufal kecil sering melakukan hal diluar dugaan yang membuat para psikolognya menganalisa naufal lebih jauh lagi. Dahulu, naufal pernah berbicara mengenai apa yang sudah berada pada pemikiran sang psikolog yang sedang menemaninya berdiskusi (Mencoba kemampuan mind reading), ia senang memprediksi tentang hal yang belum terjadi.
Ia memahami bahwa setiap kemampuan berpikir adalah hadiah dari kehidupan dalam bentuk psikoanalisa yang dianugerahkan alam kepada setiap manusia. Keberadaan dari kemampuan itu pula yang membuatnya mensyukuri serta melatih diri lebih luas lagi agar dapat berkembang lebih baik dalam setiap fase - fase tumbuh kembangnya.
Tanpa benar benar diketahui ibunda, ia rupanya lebih cekatan dalam memahami penyampaian nasihat serta susunan pembicaraan yang diberikan dari sang psikolognya. Ia secara komprehensif dapat memahami apa makna yang disampaikan oleh sang psikolognya. Pada akhirnya, naufal yang masih kecil memutuskan untuk mengucapkan selamat tinggal pada sekolah psikologi non formalnya dan kembali menempuh pendidikan akademik formal seperti yang diwajibkan. Sembari mencari wadah kreativitas lain yang lebih benefisial.
Ia memahami bahwa setiap kemampuan berpikir adalah hadiah dari kehidupan dalam bentuk psikoanalisa yang dianugerahkan alam kepada setiap manusia. Keberadaan dari kemampuan itu pula yang membuatnya mensyukuri serta melatih diri lebih luas lagi agar dapat berkembang lebih baik dalam setiap fase - fase tumbuh kembangnya.
Tanpa benar benar diketahui ibunda, ia rupanya lebih cekatan dalam memahami penyampaian nasihat serta susunan pembicaraan yang diberikan dari sang psikolognya. Ia secara komprehensif dapat memahami apa makna yang disampaikan oleh sang psikolognya. Pada akhirnya, naufal yang masih kecil memutuskan untuk mengucapkan selamat tinggal pada sekolah psikologi non formalnya dan kembali menempuh pendidikan akademik formal seperti yang diwajibkan. Sembari mencari wadah kreativitas lain yang lebih benefisial.
_________________________________________________________________________
Terbiasa memperhatikan hal yang dilakukan oleh ayahnya, di usia kanak kanak, ia seringkali menggunakan waktunya untuk menikmati keindahan alam, bersantai di rerimbunan pohon pinus dan pekarangan luas yang terdapat dibelakang rumahnya. Tempat ini ia jadikan sebagai tempat untuk membaca berbagai macam ensiklopedia dan dongeng anak seperti tom sawyer, a series of unfortunate event, why god is exist and religion is not, dalam suasana yang tenang. Hari – hari yang panjang di masa itulah merupakan hari paling sempurna yang sangat ia nikmati, Naufal kecil mengenali bakatnya dengan menganalisa pemikiran personal yang muncul dari dalam dirinya.
Masa kecilnya didominasi dengan beberapa hobi seperti menulis, membaca, mendengarkan musik opera, jazz, soul, klasik dan musik balad yang menutrisi jiwa serta otaknya di usia belia. Ia senang berpetualang dan menjelajah dunia melalui berbagai macam literatur eropa klasik yang mengandung inspirasi dari tokoh tokoh bersejarah didalamnya.
Ia gemar menciptakan bentuk visual, seperti menggambar beberapa sketsa dari apa yang ia paham dan kenali. Ia paham kehidupan adalah untuk dipelajari baik secara nyaman maupun tidak nyaman, kehidupan adalah membaca setiap situasi yang datang menghampiri, dan beradaptasi dengan itu.
Sesekali, saat ia mendapat waktu berlibur dari tempat sekolah formal wajib, ia memilih menghabiskan waktu berlibur nya dengan cara menyegarkan kejiwaan dan memperbaharui wawasan pribadi nya. Yang secara umum ia percayai akan meningkatkan kapasitas mental personalnya. Ia melakukan beberapa hal menyenangkan, seperti bermeditasi, berlatih bela diri, menikmati sore hari dan menonton permainan band jazz dengan seluruh kolega ayahanda di badan usaha milik negara PT. Tambang Batubara Bukit Asam.
Masa kecilnya didominasi dengan beberapa hobi seperti menulis, membaca, mendengarkan musik opera, jazz, soul, klasik dan musik balad yang menutrisi jiwa serta otaknya di usia belia. Ia senang berpetualang dan menjelajah dunia melalui berbagai macam literatur eropa klasik yang mengandung inspirasi dari tokoh tokoh bersejarah didalamnya.
Ia gemar menciptakan bentuk visual, seperti menggambar beberapa sketsa dari apa yang ia paham dan kenali. Ia paham kehidupan adalah untuk dipelajari baik secara nyaman maupun tidak nyaman, kehidupan adalah membaca setiap situasi yang datang menghampiri, dan beradaptasi dengan itu.
Sesekali, saat ia mendapat waktu berlibur dari tempat sekolah formal wajib, ia memilih menghabiskan waktu berlibur nya dengan cara menyegarkan kejiwaan dan memperbaharui wawasan pribadi nya. Yang secara umum ia percayai akan meningkatkan kapasitas mental personalnya. Ia melakukan beberapa hal menyenangkan, seperti bermeditasi, berlatih bela diri, menikmati sore hari dan menonton permainan band jazz dengan seluruh kolega ayahanda di badan usaha milik negara PT. Tambang Batubara Bukit Asam.
Ia masih memiliki banyak hal yang sangat disukainya, seperti menikmati dalam mendengarkan suara rerintikan hujan sambil menikmati secangkir susu hangat dan roti keju mozarella pada teras rumahnya di town site milik PT. batubara bukit asam, kota Palembang. Disanalah ia biasa mengistirahatkan diri ketika hari hari panjang yang sangat melelahkan di sekolah formal wajib, masih memaksanya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah yang dibawanya dari sekolah.
Menurutnya, prosedur belajar mengajar pendidikan di negerinya itu memang sungguh menguji kesabaran personal, baik secara fisik maupun secara mental para peserta didik yang mengikuti kegiatan belajar mengajar. Di satu sisi hal ini sangat memprihatinkan bagi peserta didik yang tidak disiplin, di satu sisi hal ini bisa saja menjadi potensi bagi peserta didik seperti Naufal Rangkuti.
Para tenaga pengajar di negerinya memang sangat hebat dalam memberikan anak anak didiknya tantangan yang berupa pekerjaan rumah yang amat sangat banyak untuk dinikmati ketika tiba dirumah, agar semakin giat dalam belajar. Membuat Naufal Rangkuti sebagai peserta didik harus mengerahkan seluruh kualitas serta daya pikirnya lebih banyak lagi agar mendapatkan keberhasilan yang bermutu tinggi didalam melewati tantangan menempuh pendidikan formal wajib.
Menurutnya, prosedur belajar mengajar pendidikan di negerinya itu memang sungguh menguji kesabaran personal, baik secara fisik maupun secara mental para peserta didik yang mengikuti kegiatan belajar mengajar. Di satu sisi hal ini sangat memprihatinkan bagi peserta didik yang tidak disiplin, di satu sisi hal ini bisa saja menjadi potensi bagi peserta didik seperti Naufal Rangkuti.
Para tenaga pengajar di negerinya memang sangat hebat dalam memberikan anak anak didiknya tantangan yang berupa pekerjaan rumah yang amat sangat banyak untuk dinikmati ketika tiba dirumah, agar semakin giat dalam belajar. Membuat Naufal Rangkuti sebagai peserta didik harus mengerahkan seluruh kualitas serta daya pikirnya lebih banyak lagi agar mendapatkan keberhasilan yang bermutu tinggi didalam melewati tantangan menempuh pendidikan formal wajib.
Dulu, ia sering mendengarkan nasihat sang ayah tentang menjadi anak yang memiliki inisiatif dalam mematuhi perintah orang tua, maka anak yang nurut kepada orang tua, adalah anak yang dapat dipastikan sukses di masa depan mereka.
Meski terkadang tertangkap basah bertingkah nakal dan keluar dari aturan main sang ayah, Naufal tetap menerima tanggung jawab serta hukuman sebagai cara untuk membuatnya jera dalam mempelajari kesalahan yang ia lakukan. Sewaktu ia kecil, ada beberapa nasihat dari sang ayah yang akan selalu diingatnya, yaitu :
"Naufal, sering seringlah merenung dari sekarang, karena hidup adalah tentang berkontemplasi. Berbuat kesalahan itu adalah hal yang wajar dan manusiawi, tidak perlu menghukum diri terlalu jauh.
Soal sukses, tentu kita akan sukses apabila kita berusaha, dan jangan lupa, selalu memperhatikan tata raut wajahmu itu, karena manusia itu sesungguhnya adalah apa yang ia tampilkan.”
Naufal memiliki kegemaran dalam memilih teman berinteraksi yang usianya lebih dewasa, hal ini dilakukannya agar ia mendapatkan pandangan berpikir yang lebih matang dan variatif. Aktivitas ini sering dilakukannya.
Di waktu kecil, Naufal cukup sering ditemukan sedang menulis dan bersantai di ruang belajarnya. Ia senang mendengarkan musik pada tip stereo yang disimpan oleh sang ayah untuk dirinya, pada awalnya kegiatan ini bermula dari hanya mendengarkan musik klasik saja,
Semenjak mengetahui musik jazz, ia lebih sering mendengarkan jazz ketimbang genre musik dangdut dan rock alternatif yang agak berantakan. Musik dari para bintang jazz ternama dari dulu hingga sekarang, seperti
Frank sinatra,
Ella fitzgerald,
Billie Holiday,
Astrud gilberto,
Antonio carlos jobim,
Chet baker,
Louis armstrong,
Diana krall,
Grover washington jr,
George benson,
Salena Jones,
Natalie cole,
Miles davis,
George gershwin,
Jerry martin,
Patty austin,
Andy williams,
Al jarreau,
Thomas Newman,
dan seluruh kerajaan musik bahkan musik jazz seperti Nat king cole yang membuatnya mencintai genre musik tersebut sejak ia masih kecil.
"Bagi Naufal Rangkuti, musik adalah segalanya, dan selera musik yang baik menunjukkan bagaimana kelas seseorang dalam kehidupan sosialnya."
Karena kebiasaan dini seperti inilah (mendengarkan musik, belajar, menelusuri banyak hal hal baru) inilah yang membuatnya tetap termotivasi. Ketika masih kecil, ia pernah menyukai salah satu lagu. Lagu itu adalah lagu yang menjadi pengantar awal dalam film kartun anak dari toy story oleh disney, lagu ini berjudul you’ve got friend in me. Lagu disney yang dinyanyikan oleh randy newman ini telah menyihir senyum kecilnya tetap bersinar di sepanjang hari.
Pendidikan & Kisahnya
Naufal mulai menempuh pendidikan masa kecilnya di Taman kanak - kanak antrasita tanjung enim, kota Palembang, yang menjadi kota kelahirannya, dilanjutkan ke sekolah dasarnya di SD Negeri 08 talang jawa tanjung enim. Lalu kelas empat dasar naufal beserta keluarga berpindah jauh menuju kota Bandung dari kota kelahirannya untuk mengikuti tugas kedinasan sang ayah dan kembali bersekolah hingga menamatkan sekolahnya di sekolah dasar negeri Sukarasa 3,4,5 hingga menjadi alumni SD tersebut.
Menarik dari beberapa kisahnya di masa masa sekolah dasar, naufal rangkuti pernah mengalami serunya petualangan berjualan es kemasan batangan di sekolahnya disebabkan karena keadaan ekonomi keluarga yang mengalami penurunan drastis, saat ia berada di bangku kelas lima sekolah dasar. Dimulai dari usahanya dalam menjajakan es batangannya ke setiap kelas, sampai para teman teman serta guru di sekolah itu bertanya kepadanya. Mengapa? Ketika ditanya, apa yang membuatnya mau berjualan es seperti itu, ia dengan yakin menjawab
"Hidup ini indah, juga memang sangat cocok untuk dipakai berdagang.”
Kehidupan yang penuh dengan keprihatinan di masa itu membuatnya merasakan bahwa manusia adalah satu hal yang harus tetap berjalan untuk tetap menunjukkan fungsinya, seperti kecerdasan psikologis yang harus ditempa, bekerja cerdas dan bekerja keras, serta tetap selektif dalam menjalani gaya hidup. Maka dengan tindakan yang aktif dan terstruktur, Naufal Rangkuti dapat mendapatkan perolehan hasil yang benefisial atas usaha yang dilakukannya itu.
Kisah seperti ini banyak kita dengarkan dari orang orang yang berusaha untuk hidup dengan pantas, layaknya yang terjadi pada Naufal, padang rumput yang luas dan indah, awan biru yang membentang. Kini, suaranya yang keras berteriak membawa plastik yang berisikan berkeping keping koin lima ratus rupiah itu, membuatnya mengerti akan pelajaran hidup atas haus dan nikmatnya dapat menabung hasil berjualan yang ia hasilkan dengan keringatnya sendiri. Meski hal ini sudah umum terjadi pada anak anak di seusia itu, hal ini membuatnya berpikir matang tentang bagaimana caranya mengukir senyuman di wajah kehidupan dan menciptakan pengendalian sikap perilaku sosial sempurna pada pribadi di usianya untuk melakukan misi pencapaian yang menghasilkan nilai dalam kehidupan.
“Seperti layaknya semua orang tua. Orang tua saya adalah orang tua terbaik yang memberi contoh betapa besarnya kasih sayang mereka kepada anak mereka, sehingga anak yang tadinya masih kecil kecil itu, kini mulai dapat berpikir, dapat mewarisi kultur budaya orang tua mereka, kebaikan dari dalam diri mereka pada generasi selanjutnya.”
(Naufal Rangkuti)
Setelah mencapai graduasi sekolah dasar, ia melanjutkan pendidikan formal wajib sekolah menengah pertamanya di borneo, Kalimantan Timur pada SMPN 10 samarinda di jalan untung suropati hingga kelas dua, semester satu. Karena sang ayah kembali pindah ke kota berbunga, maka Naufal yang sedang menempuh pendidikan di Samarinda pada semester dua SMP harus kembali berpindah lagi ke kota Bandung.
Saat itu ia mulai bersekolah di SMP swasta Homeschooling Kak Seto Bandung, dilanjutkan hingga sekolah menengah keatas yang juga Homeschooling Kak Seto Bandung karena dia super sibuk dengan pekerjaannya, homeschooling kak seto memberikan akses yang fleksibel bagi siswanya yang ingin bekerja sambil bersekolah.
Tatanan Dunia Baru, Karir & Sosialnya
Masa remajanya yang berkilauan diiringi berbagai macam eksplorasi. Perhatian kedua orang taunya mendorongnya untuk tepat mengolah kecerdasan serta daya intelektualitasnya agar menjadi manfaat, menjaga dirinya dari pergaulan bebas remaja negatif yang marak terjadi di negerinya pada beberapa tahun silam.
Naufal rangkuti juga tercatat pernah menamatkan pendidikan dasar kepribadian, tata cara perjamuan makan, etika dalam bersosialisasi serta kemampuan berkomunikasinya di sekolah kenamaan milik Okky asokawati, yaitu OQ modelling.
Ia memulai karirnya sebagai model di beberapa industri perbelanjaan yang berpusat di kota bandung, menurutnya, bekerja menjadi seorang model menambah banyak sekali wawasan sosial dan kemanusiaan. Profesionalitas ini sangat ia perlukan agar dapat menjalani profesinya sebagai model, karena model adalah profesi yang efektif, benefisial, dan memiliki banyak tingkatan didalamnya.
Menjadi model karena ingin menjalani gaya hidup sehat yang penuh dengan berbagai macam keuntungan, adalah hal yang sangat menyenangkan. Menjadi model membutuhkan kompetensi personal yang tidak sedikit pula, karena itu, sebelum bekerja, ada beberapa sikap yang menurut Naufal sangat perlu untuk dilakukan, yaitu me-riset terlebih dahulu akan dimana dan bagaimana kita akan bekerja, perusahaan nya seperti apa, dan mengapa perusahaan membutuhkan kita untuk bekerja dengan mereka.
Merasa senang melakukan pekerjaannya sebagai seorang model, naufal memiliki beberapa kenangan yang berkesan disaat bekerja sebagai model, seperti berkenalan dengan banyak orang baru, menikmati selebrasi atas lelahnya melakukan sesi bekerja yang bertubi tubi, sampai mendapatkan kebahagiaan seperti bingkisan hadiah dari tim di tempat ia bekerja. Jalan jalan dan menikmati dinner ceria bersama para model lainnya di destinasi kuliner yang mengasyikkan.
“Menjadi model adalah tentang mengapa dan bagaimana kita bersikap profesional. Menjadi model adalah cara kita menikmati hidup secara 100%. Plus glamoritasnya.”
Papar Naufal Rangkuti menjelaskan.
Papar Naufal Rangkuti menjelaskan.
_________________________________________________________________________
Di sela – sela kesibukannya sebagai model dan seorang pelajar. Naufal sebagai Indigo menjadi relawan sosial bersama dengan teman teman indigo lainnya, meluangkan waktu mereka semua untuk berbagi dengan sahabat apabila sahabat ingin berkonsultasi dengan dirinya. Hal ini diadakan secara sukarela oleh Naufal beserta kawan - kawan indigonya agar dapat berkontribusi terhadap lingkungan sosial.
Pengadaan bantuan secara sukarela seperti ini dapat menambah pengalaman, mempertajam intuisi, dan menambah kemampuan cenayang para pribadi indigo seperti Naufal dkk. Hal ini membuatnya ingin berbagi lebih jauh lagi tentang bagaimana memberikan solusi yang tepat pada orang yang membutuhkan pertolongan mereka.
Naufal paham menjadi serba bisa adalah solusi dari kesenjangan sosial di negaranya. Sifat cerdas dan kompetensi pribadi unggulan seperti ini tidaklah lain lahir dari pengalaman sulitnya di masa kecil, dan dari tegasnya kritik kedua orang tua nya lah ia selalu bangkit dari keterpurukan, karena pada saat aset ekonomi keluarga sedang mengalami kenaikan pun, Naufal rangkuti tetap berpikir bagaimana caranya agar tetap produktif dan memiliki kualitas hidup yang cemerlang.
Menurut pendapat siapapun pakar dalam ahli psikologi manusia, semua orang ingin berkembang dan mewujudkan aktualisasi dirinya mengikuti proses yang sedang berlangsung pada masyarakat di waktu kini, begitu pula dengan Naufal, yang akan selalu belajar menempa semangat juang hidup sejak kecil hingga kapanpun itu, adalah berkat dukungan serta bentuk wujud kasih sayang dari seluruh keluarga tercinta dan sederetan orang orang yang menyayangi dia.
Akhir kata, manifestasi teratas pada pemikiran Naufal Rangkuti dimulai dari sebuah kesederhanaan yang elegan, ia percaya bahwa kehidupan merupakan usaha kita dalam menciptakan sebuah harmoni yang bersinergi secara sempurna.
Akhir kata, manifestasi teratas pada pemikiran Naufal Rangkuti dimulai dari sebuah kesederhanaan yang elegan, ia percaya bahwa kehidupan merupakan usaha kita dalam menciptakan sebuah harmoni yang bersinergi secara sempurna.