Anak cowok mungkin sering bertanya kepada teman teman
mereka, sahabat atau keluarga mereka dengan pertanyaan yang berbunyi "Guys, saya ganteng gak sih?" Bukan tidak pernah, paling tidak sesekali pertanyaan itu pasti keluar dari
benak pikiran kalian semua tentang keyakinan terhadap ganteng atau tidaknya
kalian.
Saya punya sebuah cerita, mari kita baca.
Saya punya seorang teman, teman cowok, namanya adalah karris, wajahnya jelek, kulitnya hitam beringas dan
giginya kuning seperti tidak pernah disikat sama sekali, tapi yang mengherankan adalah, pacarnya cantik dan sering
saya tiduri, haha, bercanda. Teman cowok saya yang satu ini adalah top assist for a basketball player, dia adalah pemain basket yang mengalami permainan mantap dan sering memberikan umpan
gemilang untuk sang kapten tim atau player lainnya lagi untuk membuat peluang kemenangan semakin dekat agar bisa diraih, sehingga tidak heran kalau tim basketnya
sering menang dalam kejuaraan antar sekolah se-kota kami.
Namun anehnya, karris, dia sangat sering dikatakan ganteng oleh pacarnya, beberapa anak cewek dari kelompok cherleaders yang
holy fun, also, holy sexy, but neither holy shit, dan serta beberapa supporter cewek yang memang sedang menyemangati anggota tim klub mereka pun, juga sering
berteriak tentang kegantengan dia, karris yang saya maksudkan disini.
"Ayooo ganteng"
"Horee si ganteng assist, terus masukin lagiiii yeeee ye ye ye ye."
"Wooohoho si ganteng kemampuan prajurit kecil di ranjangnya dahsyat nggak?"
Haha, maaf, sedikit sarkastik sepertinya akan menjadi kelakar untuk momen kali ini.
Sejujurnya, saya heran, apa yang membuat dia, karris, dikatakan ganteng namun sebetulnya tidak sama sekali, kondisi wajah yang
natural bornnya saja sudah jelek seperti itu? setelah merenungi pertanyaan yang berkelumit di kepala saya, saya bergegas membuat janji dengan karris untuk mendapatkan jawabannya.
Saya pulang kerumah, segera mandi, berpakaian dengan rapih, kemudian saya bertemu dengan karris di lounge yang biasa saya ajukan untuk pertemuan dengan beberapa teman dan kolega bisnis. Saya pikir, beberapa percakapan menyenangkan tidaklah terhitung sia sia, lagipula saya hanya ingin berbincang, begitu mungkin. Hitung hitung mengadakan riset sambil sedikit menjahili karris, hahahaha. Anyway, saya tahu persis, kamu pasti marah karena saya berkata seenaknya mengenai teman saya yang satu ini, tapi tunggu dulu, karena saya pun tidak ada hak untuk menghakimi anak tuhan yang begitu hebat dalam bermain basket ini.
Atau mungkin karena kita akan menemukan arti dibalik maksud saya yang sebenarnya.
N : Kar, gue mau ada sedikit conversation disini, kar, kamu denger gak ketika kamu sedang bermain basket, gue sempat memperhatikan bahwa ada beberapa orang cewek yang memang berada di satu lapangan itu mulai berteriak teriak kencang menyebutkan nama kamu, misalkan kamu, kar, mulai mencetak angka dan rupanya beruntung, assist kamu sampai ke tangan yang tepat, dan BOOM! Teriakan
semakin fantastis. Kok bisa?
Ini sebetulnya saya pura pura doang, drama memang, tapi gue suka, gue suka drama dan tawa menyinggung, membakar waktu, menghunus ironi.
K : Ehm, sebenernya sih gue cuma fokus ke permainan yang lagi gue jabanin, gak
ada hal lain kok. Dan gue pun tidaklah terlalu memperhatikan penonton yang suka
bersorak sorak di pinggir lapangan, karena memang nantinya bisa jadi berlebihan, akhirnya gue bisa jadi over confident, jadi ya gitu deh, gue cuek namun tidak sampai cuek membebek, gue hanya perlu menghormati penonton sewajarnya, karena memang mereka sebernarnya ingin menyemangati kita, agark semangat mereka nantinya bisa membuat kita survive di lapangan dan mungkin, just let the game flowin yo.
N : Boleh juga. Gini, gue ada sedikit pertanyaan mengenai apa yang kita sering sebut dengan kegantengan, menurutmu, kegantengan itu penting gak sih, seberapa penting kegantengan itu didalam hidupmu? dan bagaimana caranya menemukan
kegantengan kalau tidak apa adanya, seperti dikasih menu tambahan, kegantengan itu adalah perspektif lain buat dirimu sendiri kars.
K : Untuk persoalan itu, sebaiknya gue
all in nav, karena kamu tahu ya gitulah, kamu lebih tau tentang ini. Dan mungkin jika kamu sedikit lebih memperhatikan lagi, waktu anak anak cewek, entah itu cheers atau crowd nya bersorak sorai untuk gue, gue sempat menangkap momen saat kamu sepintas berjalan melewati frame pinggir lapangan, kamu tau nggak, apa yang terjadi?
N: (Tau kars, ceweknya ngeliat gue) Eh, nggak kars, gue gak tau, ada kejadian apa tuh?
K: Ada satu orang anak cheerleaders yang, wah, cantik banget, cuma dia sendiri yang ngikutin kamu dari belakang, kayaknya dia salang tingkah, karena menurut gue tingkahnya mulai menggemaskan, mungkin dia ada maksud buat minta contact number kamu. That's i guess tho.
Itu kebaca banget kali sama gue.
But when u looked back, mungkin kamu juga curiga, ini apa..lagi yang jadi bayang bayang dibelakang. Eh dia malah balik badan langsung bergerak ke posisi strive up nya lagi, yah dasar cewek, gengsinya ga nanggung nanggung, atau kalau mau pun, dia gak mau tertangkap basah terlihat secara langsung. Dan di akhir match.....
N : Ehhh jangan memuji gitu kars, menurut analisa saya, bisa jadi para cewek itu dapat menyebut seorang cowok ganteng bukan
karena cowok itu memang ganteng apa adanya, berarti benar adanya menu tambahan dong, dengar pendapat gue, kamu gak ganteng kars, ada sebab lain dibalik hal tersebut. Tapi wajahmu menyegarkan saat sedang berlaga di lapangan, mungkin saya bisa menyebutnya kegantengan yang efektif, atletis?
N : Gausah nangis cong.
K : Key bro, i'll be fine.
______________________________________________________________________________
Gue punya satu keluhan, tentang pacarnya karris yang holy shit, cantik dan sering saya tiduri. Eh?
Itu setengahnya benar, karena bercanda hanyalah kiasan kalau kita tidak mau dianggap kriminal, fakta bagi saya adalah realita, semua yang berbau bau realita biasanya meneror dan berkarakteristik kriminal, mengundang drama, tapi bagi saya, tidak drama yang satu ini.
Jadi,
Sebetulnya kalian tidak perlu ganteng secara lahiriah untuk terlihat sebagai sosok seorang cowok yang
ganteng, kalian juga tidak perlu operasi plastik seperti bintang pop korea. Ini untuk semua cowok, hal pertama yang harus kalian perhatikan agar
menemukan jiwa ganteng didalam diri kalian itu hanyalah satu, kalian harus terlihat sehat, kalian harus melakukan setidaknya dua
kali dalam seminggu kegiatan yang memacu diri kalian untuk bergerak, karena hal ini dapat membuat badan kalian segar
dan bugar, saya tidak mengatakan kalian harus ke gym, lakukan saja di tempat yang menurut kalian pantas untuk berolahraga.
Saya tidak meminta kalian untuk melakukan aktivitas yang spesifik dan tertentu, bahkan saya pun tidak menyarankan kalian untuk menunggangi sesuatu, kita tahu, ada beberapa alasan yang harus dilakukan secara resmi di negara ini, hal hal legal nampaknya masih menjadi judikasi tersendiri bagi beberapa kepuasan sensual bagi subjek humanis yang memang senang berpegang teguh pada legalista norma kemasyarakatan.
Terserah, feel free to follow the rules, feel strong to broke it down.
Kalau bisa sih rutin, apalagi yang menunggangi wanita, wow, ah, ikeh bercanda. Disertai dengan tidak merokok, jika kalian bisa, itu baik, jika tidak, ganti rokoknya jadi cerutu, lebih saya sarankan, cerutu lebih nikmat memang, lebih melelaki, rokok hanya sebatang, cepat habis, nyamuk pun belum tentu mati, tapi kalau cerutu, sebuah seni absolutitu yang objektif, padat, lugas dan aktual. Kalian hisap, kematian layaknya seorang tuhan yang berpelukan begitu dekat dengan kalian, ohhh, love it, suck it!
Tidak meminum alkohol dan
punya otak yang encer dengan sejuta talenta lainnya. Suka suka kalian lah, tentukan saya apa yang lebih baik. Sedikit psikosomati akan membuat hidup lebih fantastis.
Our brotha, marihuanaaaa.
Karena nantinya, mau gak mau lagi para cewek akan menyebut kalian ganteng walaupun
wajah kalian sedang bertumbuh kembang untuk menjadi ganteng yang diinginkan, cewek cewek pun... akan. Klepeks klepeks.
Ingat karris si top assist player basket tadi? Wajahnya selalu menyegarkan
kemanapun dia pergi, dan emosi maskulin itu sangat dirasakan oleh para cewek, karena
ketika ia berlaga di arena, kegantengan nya meningkat 100 persen, namun ketika ia sedang berada di lounge, di bar, dan sedang hang out bersama saya, kegantengan nya hanya akan berjumlah 50 persen, karena dia bukan pria eksotis, melainkan dia adalah cowok atletis, beda tempat, beda selera, kita tahu beberapa teritorial menjadi penting ketika kehidupan ini mulai berjalan dengan sendirinya, memaksa kita untuk mengikuti tren yang selalu berubah ubah.
Satu tambahan singkat dari saya, ini hanya harus kalian pecahkan sendiri.
"Belajarlah bijak untuk persepsi kegantengan/ketampanan, dan
belajarlah menghargai itu, tapi jangan pernah belajar terlalu menginginkan, memikat dengan paksa
untuk keinginan/kepuasan diluar dari apa yang kamu mampu, carilah sesuatu yang bisa lo sebut dengan "Plan b/rencana cadangan, tunggangi sesuatu, buatlah beberapa konspirasi."
Salam elgnairt,
Indigo naufal