Apakah setiap orang indigo selalu sama seperti itu, berpola homogen?
Indigo adalah fenomena sosial yang langka dan memiliki variasi keunikannya tersendiri dalam pandangan serta paradigma oleh masyarakat, oleh kami para indigo, oleh para ahli juga. Saya tidak bermaksud untuk memberikan penempatan khusus terhadap fenomena yang terjadi, namun kasus yang saya alami rata rata adalah hampir mustahil untuk mengatakan bahwa indigo biasanya berpola homogen, biasanya iya, bisa iya bisa juga tidak. Karena kita tahu sekali bahwa setiap pribadi adalah hal yang unik dan juga sangat berbeda beda.
Anak indigo itu sangat cenayang, mungkin juga gayanya agak seperti seorang cendekiawan, awalnya saya merasa takjub sekaligus bertanya tanya, apa memang anak anak kecil yang indigo ini... cerdas seperti demikian adanya? dan itu nampak seperti kondisi alami mereka hingga menjadi seperti demikian, asik memang. Individu indigo, sering dikatakan bahwa mereka memiliki kapasitas potensi yang lain dari individu biasanya, dan itu merupakan suatu pembekalan dasar pada setiap individu indigo yang bersangkutan.
Perbedaan ini juga terdapat pada beberapa sikap yang terdapat pada diri sang indigo, dari gayanya untuk menyampaikan pesan pesan bagi lingkungan di sekitarnya, mereka memang sering terlihat bijak dan arif, namun keadaan seperti ini sering didapatkan pada usia usia yang dapat dikatakan masih muda sekali, maka ketika melihatnya, saya hanya bisa geleng geleng kepala... Kebanyakan dari individu indigo memang seperti itu.
Salah satu fenomena bahwa rotasi perputaran pada siklus emosi yang dialami oleh seorang indigo juga bisa dirasakan jauh lebih berbeda dibandingkan dengan anak anak dan individu normal pada umumnya. Pada intinya, menjadi indigo adalah tentang mengemban tanggung jawab mental yang rumit, besar, dan penuh dengan sesuatu yang membuat para individu indigo itu sendiri harus lebih mematangkan mental personal mereka lebih jauh lagi. Lebih analitif, selektif, dan lebih kritis. Kami harus lebih banyak mempelajari semua detil dalam menghadapi sesuatu hal, apalagi jika yang kami hadapi adalah hal yang tidak umum, misalnya seperti melihat sesuatu yang tidak bisa orang lain lihat, dengar, dan kisahkan. Oleh karena itu, untuk selalu mendapatkan pengendalian di sepanjang waktu, saya selalu mendisiplinkan waktu dalam menenangkan diri.
Kalau kita teliti lebih dalam lagi jenis individu yang indigo itu terbagi kedalam beberapa jenis, dikutip menurut para pakar psikologi, ada indigo humanis, indigo interdimensional, indigo yang lebih mengarah pada hal hal yang bersifat artistik, atau hal hal konseptual, beberapa individu indigo pada awalnya terlihat seperti hanya memiliki satu kemampuan saja yang menonjol, namun jika dilatih lebih jauh lagi kemampuan itu akan bertambah, seiring dengan penyesuaian baru yang diperoleh dari cara berlatihnya. Semua kemampuan itu adalah kombinasi pencapaian yang melalui banyak proses penting didalamnya.
Bagaimana sih, contoh bentuk kepedulian yang pernah kamu lakukan untuk kehidupan sosial, sebagai seorang indigo tentunya?
Menurut saya pribadi, salah satu bentuknya adalah dengan menjadi indigo yang memberikan kontribusi besar terhadap berjalannya kehidupan sosial, hanya dimulai dari memahami dan kenal dengan diri kita sendiri, barulah kita bisa mengerti dan melanjutkan bagaimana caranya membantu orang lain dan terjun kedalam skala luas di lingkungan bermasyarakat. Bila unggul dan bergerak dengan gesit, hal hal lain yang baik akan mengikuti diri kita seiringnya dengan kesan bernilai yang kita ciptakan di lingkungan sekitar.
Kalau kamu indigo, berarti bisa melihat gambaran masa depan kehidupan kamu sendiri dong?
Kata siapa? Hahaha.
Tidak seperti itu, lho. Menatap masa depan itu seperti memotivasi diri kita sendiri, saya bisa bilang beberapa detik yang berjalan juga adalah masa depan saya, masa depan kita semua, karena masa itu adalah suatu masa yang terdiri dari hal hal tercepat yang tidak lepas atas apa yang selalu kita lakukan, rentetan peristiwa yang akan kita lakukan baik dalam keadaan sadar maupun tidak sadar, kitalah juga yang membuatnya untuk terjadi, kita lah yang memutuskan.
Meskipun terkadang kejadian teknisnya bisa menjadi diluar keinginan kita, mungkin bisa menjadi tidak seperti awal yang kita harapkan, nah makanya oleh karena itulah banyak orang seringkali menyebut bahwa hidup itu adalah sebuah petualangan, karena hal itulah kita selalu merasa perlu untuk memperhitungkan, merencanakan, serta mengilustrasikan mengenai bagaimana masa depan kita dengan kondisi matang matang, masa depan nya pun tergantung, kalau masa depan itu begitu panjang, maka bentuklah masa depan itu dengan gigih.
Sebetulnya, kita ada aturan main dari dunia yang kita jalani.
Saat berbicara kamu memang cadel? Itu memang terdengar lucu ya?
Rrrrll, hahahaha. Mau bagaimana lagi, itu sudah merupakan ciri khas saya sejak masih kecil, karena banyak sekali lelucon lelucon lainnya dari semua keluarga dan teman yang membuat saya tetap tertarik menjalani untuk kehidupan ini dengan nada bicara yang cadel seperti ini. Lagian orang cadel itu jarang ada kan, kalaupun ada contohnya ya saya, selalu bikin ketawa yang mendengarnya hahahaha. Tapi untungnya ada bahasa inggris, jadi cadel saya itu bisa tersamarkan lho, rrlight?
Apa hobimu, serta apakah kamu memiliki ketertarikan terhadap sesuatu?
Hobi saya adalah menjadi sosok yang bisa memposisikan diri agar dapat berbagi didalam keluarga terdekat saya. Mungkin hobi lainnya bisa digambarkan melalui beberapa kesederhanaan saja. Saya juga suka sekali memandangi awan, mendengarkan suara angin selatan berhembus, menikmati hujan dan kilat, dan elemen elemen alam yang memiliki keindahan tak terbatas, dan mendengarkan musik.
Wow, sebuah hobi yang sudah agak jarang dikatakan di jaman yang sudah canggih seperti sekarang ini ya.
Nah sekarang, apa bedanya kamu di masa kecil dengan kamu yang sudah bertumbuh besar seperti saat ini? Apakah kamu memiliki perbedaan yang signifikan? Ukuran fisik yang pasti ya, saya menyadari itu. Perbedaan lain yang signifikan mungkin bisa saya temukan pada cara pandang berpikir saya, berani sumpah, saya cuma tubuh kausalitas (sebab menghasilkan akibat) biologis yang menjadi berkah untuk kehidupan, serta salah satu bentuk dari wujud mahluk yang diberikan kasih sayang oleh kedua orang tua saya. Termasuk semua orang yang saya sayangi, juga mereka yang sayang kepada saya, dan kita semuanya di kehidupan yang begitu singkat ini.
Setelah diperhatikan, banyak perbedaan ya pada perilaku personal kamu bila dibandingkan dengan teman teman sebaya di seusia kamu.
Nggak usah dibeda bedain bangettt, I absolutely just a human being that needs to be connected universally. Kita semua sama dan harus mau beradaptasi dengan siapapun kelompok sosialnya, tidak pandang usia, gender, latar belakang, walaupun kadang hobi men-judging memang masih terdapat dalam diri kita, saling menghukumi satu sama lain, wajar sih, kalau etika kita tidak dijaga dengan baik, tetapi kalau kita menjaga etika, itulah hal yang akan timbul, sebagai hal yang lebih baik.
Saya ada persepsi, dan sudut pandang lebih kuat yang seharusnya membuat saya kembali berpikir dua kali tentang tata etika atau etos dalam memelihara interaksi pergaulan dengan setiap orang yang saya temui, apakah itu? Ya... mental mental rendah hati yang menyelamatkan diri, kalau rasanya banyak hal membuat diri kita ini begitu pusing, kita hanya perlu diam.. menarik nafas dalam dalam, semua akan terasa kembali lebih baik lagi.
Semua itu ada sudah penataan nya kok, memang sih, beberapa peraturan ada dan diciptakan untuk dilanggar, tetapi apakah akan selalu begitu? tentu tidak dong bagi pribadi yang menghormati kenyamanan untuk sesama. Untuk persoalan yang seperti ini, membeda bedakan saya dengan siapapun, rasanya kurang etis ya, saya bukanlah siapa siapa yang perlu tinggi hati, maka dari itulah guna metode kontemplatif bagi diri sendiri menjadi begitu efektif untuk selalu saya lakukan secara berulang ulang.
Apa cita cita dan impian kamu di masa mendatang?
Setiap saatpun saya selalu dalam masa fokus untuk mengejarnya, meskipun terkadang banyak rintangan, poin utamanya sih tetap sama, sebuah target yang membutuhkan keuletan dalam meraih prestasi, intelektual tinggi serta kredibilitas yang tidak diragukan lagi harus bersamaan terkandung didalamnya, tidak heran kalau kualitas personal yang bermanfaat dan bermutu pasti akan menjadi tuntutan disaat individu bersangkutan berusaha untuk meraihnya.
Indigo adalah fenomena sosial yang langka dan memiliki variasi keunikannya tersendiri dalam pandangan serta paradigma oleh masyarakat, oleh kami para indigo, oleh para ahli juga. Saya tidak bermaksud untuk memberikan penempatan khusus terhadap fenomena yang terjadi, namun kasus yang saya alami rata rata adalah hampir mustahil untuk mengatakan bahwa indigo biasanya berpola homogen, biasanya iya, bisa iya bisa juga tidak. Karena kita tahu sekali bahwa setiap pribadi adalah hal yang unik dan juga sangat berbeda beda.
Anak indigo itu sangat cenayang, mungkin juga gayanya agak seperti seorang cendekiawan, awalnya saya merasa takjub sekaligus bertanya tanya, apa memang anak anak kecil yang indigo ini... cerdas seperti demikian adanya? dan itu nampak seperti kondisi alami mereka hingga menjadi seperti demikian, asik memang. Individu indigo, sering dikatakan bahwa mereka memiliki kapasitas potensi yang lain dari individu biasanya, dan itu merupakan suatu pembekalan dasar pada setiap individu indigo yang bersangkutan.
Perbedaan ini juga terdapat pada beberapa sikap yang terdapat pada diri sang indigo, dari gayanya untuk menyampaikan pesan pesan bagi lingkungan di sekitarnya, mereka memang sering terlihat bijak dan arif, namun keadaan seperti ini sering didapatkan pada usia usia yang dapat dikatakan masih muda sekali, maka ketika melihatnya, saya hanya bisa geleng geleng kepala... Kebanyakan dari individu indigo memang seperti itu.
Salah satu fenomena bahwa rotasi perputaran pada siklus emosi yang dialami oleh seorang indigo juga bisa dirasakan jauh lebih berbeda dibandingkan dengan anak anak dan individu normal pada umumnya. Pada intinya, menjadi indigo adalah tentang mengemban tanggung jawab mental yang rumit, besar, dan penuh dengan sesuatu yang membuat para individu indigo itu sendiri harus lebih mematangkan mental personal mereka lebih jauh lagi. Lebih analitif, selektif, dan lebih kritis. Kami harus lebih banyak mempelajari semua detil dalam menghadapi sesuatu hal, apalagi jika yang kami hadapi adalah hal yang tidak umum, misalnya seperti melihat sesuatu yang tidak bisa orang lain lihat, dengar, dan kisahkan. Oleh karena itu, untuk selalu mendapatkan pengendalian di sepanjang waktu, saya selalu mendisiplinkan waktu dalam menenangkan diri.
Kalau kita teliti lebih dalam lagi jenis individu yang indigo itu terbagi kedalam beberapa jenis, dikutip menurut para pakar psikologi, ada indigo humanis, indigo interdimensional, indigo yang lebih mengarah pada hal hal yang bersifat artistik, atau hal hal konseptual, beberapa individu indigo pada awalnya terlihat seperti hanya memiliki satu kemampuan saja yang menonjol, namun jika dilatih lebih jauh lagi kemampuan itu akan bertambah, seiring dengan penyesuaian baru yang diperoleh dari cara berlatihnya. Semua kemampuan itu adalah kombinasi pencapaian yang melalui banyak proses penting didalamnya.
Bagaimana sih, contoh bentuk kepedulian yang pernah kamu lakukan untuk kehidupan sosial, sebagai seorang indigo tentunya?
Menurut saya pribadi, salah satu bentuknya adalah dengan menjadi indigo yang memberikan kontribusi besar terhadap berjalannya kehidupan sosial, hanya dimulai dari memahami dan kenal dengan diri kita sendiri, barulah kita bisa mengerti dan melanjutkan bagaimana caranya membantu orang lain dan terjun kedalam skala luas di lingkungan bermasyarakat. Bila unggul dan bergerak dengan gesit, hal hal lain yang baik akan mengikuti diri kita seiringnya dengan kesan bernilai yang kita ciptakan di lingkungan sekitar.
Kalau kamu indigo, berarti bisa melihat gambaran masa depan kehidupan kamu sendiri dong?
Kata siapa? Hahaha.
Tidak seperti itu, lho. Menatap masa depan itu seperti memotivasi diri kita sendiri, saya bisa bilang beberapa detik yang berjalan juga adalah masa depan saya, masa depan kita semua, karena masa itu adalah suatu masa yang terdiri dari hal hal tercepat yang tidak lepas atas apa yang selalu kita lakukan, rentetan peristiwa yang akan kita lakukan baik dalam keadaan sadar maupun tidak sadar, kitalah juga yang membuatnya untuk terjadi, kita lah yang memutuskan.
Meskipun terkadang kejadian teknisnya bisa menjadi diluar keinginan kita, mungkin bisa menjadi tidak seperti awal yang kita harapkan, nah makanya oleh karena itulah banyak orang seringkali menyebut bahwa hidup itu adalah sebuah petualangan, karena hal itulah kita selalu merasa perlu untuk memperhitungkan, merencanakan, serta mengilustrasikan mengenai bagaimana masa depan kita dengan kondisi matang matang, masa depan nya pun tergantung, kalau masa depan itu begitu panjang, maka bentuklah masa depan itu dengan gigih.
"Future is a self philosophy where it combined knowledge include to survive and pass away."
(Naufal Rangkuti)
Sebetulnya, kita ada aturan main dari dunia yang kita jalani.
Saat berbicara kamu memang cadel? Itu memang terdengar lucu ya?
Rrrrll, hahahaha. Mau bagaimana lagi, itu sudah merupakan ciri khas saya sejak masih kecil, karena banyak sekali lelucon lelucon lainnya dari semua keluarga dan teman yang membuat saya tetap tertarik menjalani untuk kehidupan ini dengan nada bicara yang cadel seperti ini. Lagian orang cadel itu jarang ada kan, kalaupun ada contohnya ya saya, selalu bikin ketawa yang mendengarnya hahahaha. Tapi untungnya ada bahasa inggris, jadi cadel saya itu bisa tersamarkan lho, rrlight?
Apa hobimu, serta apakah kamu memiliki ketertarikan terhadap sesuatu?
Hobi saya adalah menjadi sosok yang bisa memposisikan diri agar dapat berbagi didalam keluarga terdekat saya. Mungkin hobi lainnya bisa digambarkan melalui beberapa kesederhanaan saja. Saya juga suka sekali memandangi awan, mendengarkan suara angin selatan berhembus, menikmati hujan dan kilat, dan elemen elemen alam yang memiliki keindahan tak terbatas, dan mendengarkan musik.
Wow, sebuah hobi yang sudah agak jarang dikatakan di jaman yang sudah canggih seperti sekarang ini ya.
Nah sekarang, apa bedanya kamu di masa kecil dengan kamu yang sudah bertumbuh besar seperti saat ini? Apakah kamu memiliki perbedaan yang signifikan? Ukuran fisik yang pasti ya, saya menyadari itu. Perbedaan lain yang signifikan mungkin bisa saya temukan pada cara pandang berpikir saya, berani sumpah, saya cuma tubuh kausalitas (sebab menghasilkan akibat) biologis yang menjadi berkah untuk kehidupan, serta salah satu bentuk dari wujud mahluk yang diberikan kasih sayang oleh kedua orang tua saya. Termasuk semua orang yang saya sayangi, juga mereka yang sayang kepada saya, dan kita semuanya di kehidupan yang begitu singkat ini.
Setelah diperhatikan, banyak perbedaan ya pada perilaku personal kamu bila dibandingkan dengan teman teman sebaya di seusia kamu.
Nggak usah dibeda bedain bangettt, I absolutely just a human being that needs to be connected universally. Kita semua sama dan harus mau beradaptasi dengan siapapun kelompok sosialnya, tidak pandang usia, gender, latar belakang, walaupun kadang hobi men-judging memang masih terdapat dalam diri kita, saling menghukumi satu sama lain, wajar sih, kalau etika kita tidak dijaga dengan baik, tetapi kalau kita menjaga etika, itulah hal yang akan timbul, sebagai hal yang lebih baik.
Saya ada persepsi, dan sudut pandang lebih kuat yang seharusnya membuat saya kembali berpikir dua kali tentang tata etika atau etos dalam memelihara interaksi pergaulan dengan setiap orang yang saya temui, apakah itu? Ya... mental mental rendah hati yang menyelamatkan diri, kalau rasanya banyak hal membuat diri kita ini begitu pusing, kita hanya perlu diam.. menarik nafas dalam dalam, semua akan terasa kembali lebih baik lagi.
Semua itu ada sudah penataan nya kok, memang sih, beberapa peraturan ada dan diciptakan untuk dilanggar, tetapi apakah akan selalu begitu? tentu tidak dong bagi pribadi yang menghormati kenyamanan untuk sesama. Untuk persoalan yang seperti ini, membeda bedakan saya dengan siapapun, rasanya kurang etis ya, saya bukanlah siapa siapa yang perlu tinggi hati, maka dari itulah guna metode kontemplatif bagi diri sendiri menjadi begitu efektif untuk selalu saya lakukan secara berulang ulang.
Apa cita cita dan impian kamu di masa mendatang?
Setiap saatpun saya selalu dalam masa fokus untuk mengejarnya, meskipun terkadang banyak rintangan, poin utamanya sih tetap sama, sebuah target yang membutuhkan keuletan dalam meraih prestasi, intelektual tinggi serta kredibilitas yang tidak diragukan lagi harus bersamaan terkandung didalamnya, tidak heran kalau kualitas personal yang bermanfaat dan bermutu pasti akan menjadi tuntutan disaat individu bersangkutan berusaha untuk meraihnya.
Karena perlahan lahan namun pasti, saya akan mengetahui cita cita itu, cita cita yang menjadi nyala inti dari nyawa seorang insan… Saya yakin, sebuah awalan selalu menemui sebuah akhiran, jadi, sebuah kisah sepanjang apapun akan memiliki masa usainya, semua yang kita lakukan semasa hidup dan berkebahagiaan di dunia ini, adalah karunia yang terbaik untuk dinikmati, jadi selagi bisa menikmatinya, maka nikmatilah.
Comments
Post a Comment
Please don't hesitate to give a comment.